SPIRIT DOLL? INI SOAL BISNIS

SPIRIT DOLL? INI SOAL BISNIS

Lagi rame banget tentang boneka arwah dan boneka-boneka yang dijadikan seperti keluarga sendiri oleh orang dewasa.

Sebelumnya udah ada juga yang menjadikan boneka sebagai sesuatu yang sangat disayang layaknya anggota keluarga sendiri. Ibarat merawat anak sendiri, dipakaikan baju, diberikan tempat tidur khusus dan lemari khusus untuk memposisikan bonekanya indah terlihat. Namun kelakuan seperti ini gak tersorot karena yang melakukannya sekedar menyukai boneka layaknya orang-orang yang menyukai mainan ikon.

Tapi sekarang fenomenanya luar biasa. Banyak postingan boneka arwah yang bisa mengingatkan sesorang berbuat baik, boneka yang bisa membawa keberuntungan karena beberapa kali memberitahu pemiliknya mana yang baik dan enggak. Dan pengakuan menjadi pribadi yang lebih damai karena merawat boneka yang dianggap bayinya.

Ini udah sesat, penggiringan opini yang dilakukan oleh orang-orang berdasarkan testimoni dan didukung oleh pengakuan para artis.

Saya pikir ini hanya sebuah bisnis. Bisnis penjualan boneka kelas premium dimana melibatkan para artis untuk meng'endorse budaya memiliki boneka tersebut. Dan para artis pastinya dibayar sangat mahal, sampai-sampai dirinya membuat pengakuan seperti Ivan Gunawan.

Kita pasti bertanya, "stress kah seorang Igun? Gilakah dia?"

Ujug-ujug Igun memberi pengumuman telah adopsi 2 bayi yang ternyata boneka. Ramailah para wartawan, Youtuber dan media-media mengulas "bayi" Igun. Dan seorang Igun luar biasa lancar menjelaskannya walaupun orang-orang yang berhadapan dengannya sampai mengerenyitkan dahi atas pengakuan tersebut.

Seorang artis harus totalitas dalam memerankan apa yang sedang dijalaninya. Demikian juga saat maraknya boneka-boneka yang dijadikan alat untuk merubah diri.

Fix sih, ini hanya bisnis semata. Sampai kapan Igun mengakui bahwa boneka itu adalah bayi sungguhan? Sampai kontraknya selesai dengan pihak yang mengikatnya.

Artis mempopulerkan, rakyat yang lebih banyak habiskan waktu dengan sosial media akan membaca testimoni akun-akun yang telah menggunakan boneka-boneka tersebut. Dan ujungnya ada yang mencoba membeli untuk membuktikan.

Jumlah rakyat Indonesia hampir 300 juta. 80% telah menggunakan gadget di tangannya. Dan dari jumlah itu, sekitar 70% menggunakan gadget tanpa ada edukasi atas apa yang dia dapat dalam sosial media. Masih suka ikut-ikutan berdasarkan trend yang terjadi. Dan inilah sasaran para pebisnis yang memakai jasa artis.

Netizen Indonesia suka menonton kehidupan para artisnya. Seperti ada kepuasaan saat melihat bagaimana kehidupan artis dan bermimpi ingin mengikutinya. Dan mereka akan mengikuti pada hal yang mampu untuk dilakukan.

Artis beli mobil mewah, mungkin mereka pun ingin melakukannya. Namun saat keuangan tidak mencukupi, netizen hanya bermimpi akan hal itu. Saat artis membeli boneka dan membuat pengakuan bahwa bonekanya telah mengubah kehidupannya ke arah lebih baik, masyarakat yang melihatnya pasti punya keinginan serupa.

"Boneka kan gak mahal2 amat, coba ah..bener gak sih. Apalagi banyak yang udah coba juga, katanya beneran hasilnya.."

Booom...!!!

Penjualan boneka di market place dengan type-type seperti yang artis pakai langsung meriah.

Ini hanya soal bisnis. Ada masa edarnya kapan akan berakhir. Saat masyarakat membuat pengakuan sendiri bahwa mereka telah tertipu oleh apa yang mereka ikuti.

(Setiawan Budi)