"Monkey Business" di Balik fenomena NFT Ghozali

"Monkey Business" di Balik fenomena NFT Ghozali

Oleh: Kang Irvan Noviandana

Di dunia nyata orang-orang ada yang berani beli barang dengan nilai jual tidak sepadan, misalnya fenomena Batu Akik sampai dengan tanaman hias Janda Bolong, nilai jualnya terkadang nggak masuk akal lagi.

Seringkali barang-barang jadi punya nilai jual yang nggak sepadan setelah promosinya sensasional atau istilah kerennya hype. Karena barangnya hype, harga yang tadinya puluhan ribu bisa jadi jutaan rupiah.

Fenomena NFT Ghozali yang lagi booming sekarang juga diprediksi para pengamat industri digital disebabkan adanya promosi sensasional sehingga mendorong para kolektor aset digital NFT untuk membeli foto Ghozali.

Hampir mirip dengan fenomena monkey bisnis, tapi kali ini pemilik aset bukanlah pihak yang melakukan promosi sensasional, karena dia sendiri bingung kenapa orang-orang mau beli NFT nya.

Kenapa orang-orang mau membeli NFT Ghozali?

Karena hype, para investor atau kolektor NFT mau membeli aset digital berupa NFT Ghozali dengan tujuan nilainya akan naik.

Pertanyaannya siapa yang melakukan promosi sensasional ini?

Dugaannya masyarakat dunia sedang ditarik untuk masuk kedalam pasar aset digital berupa NFT, tahun 2021 aja penjualan NFT bisa mencapai 357 Triliun. 

Setelah booming fenomena NFT Ghozali ini banyak masyarakat yang tadinya nggak ngeh dengan NFT jadi mau ikutan masuk kedalam pasar NFT untuk jualan atau berbisnis aset digital.

(fb)