Jenderal TNI yang Sempat Debat dengan Habib Bahar Sekarang Menempati Jabatan Baru

[PORTAL-ISLAM.IDPanglima TNI Jenderal Andika Perkasa melakukan mutasi terhadap 328 perwira tinggi TNI di lingkup markas besar maupun di tiga matra. 

Keputusan itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI.

Salah satu yang mendapatkan mutasi ialah Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakencana Brigjen Achmad Fauzi. Ia dipindahkan menjadi Direktur Pengkajian dan Pengembangan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Dirjianbang Seskoad).

Jabatan yang ditinggalkan Fauzi diisi oleh Kolonel Rudy Saladin yang sebelumnya menjabat Komandan Korem (Danrem) 074/Warastratama. Rudy akan menyandang bintang satu.

Pernah Berselisih dengan Habib Bahar bin Smith

Brigjen Achmad Fauzi sempat menjadi pemberitaan saat berselisih dengan Habib Bahar bin Smith pada Jumat (31/12/2021). Saat itu Habib Bahar tengah terlilit kasus di Polda Jabar terkait salah satu isi ceramahnya.

Fauzi yang saat itu menjabat Danrem 061/Suryakencana mendatangi Habib Bahar di pondok pesantrennya. Ia meminta agar Habib Bahar mendatangi Polda Jabar untuk diperiksa terkait kasus hukum yang menjeratnya.

Pertemuan itu sempat terekam kamera dan beredar di media sosial. Dalam video itu keduanya sempat beradu argumen.

"Menjadikan saya harus datang ke Polda Jabar. Mau bapak tidak datang kemari pun saya tetap datang ke Polda Jabar," ujar Habib Bahar, dilihat dalam video tersebut.

"Buktikan," kata Brigjen Fauzi.

Habib Bahar berucap yang semestinya menjemputnya adalah polisi, dan bukan seorang jenderal TNI. Namun, Brigjen Fauzi beralasan ia ingin menjaga stabilitas wilayahnya dari pernyataan provokatif Habib Bahar.

Dinilai Abuse of Power

Tindakan Birgjen Fauzi dinilai sebagai abuse of power oleh kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar. Sebab kehadirannya membuat warga takut, selain itu pernyataan Fauzi yang akan menjemput Habib Bahar jika tidak menghadiri pemeriksaan Polda Jabar dinilai sebagai kekeliruan dalam memahami konsep penegakan hukum.

"Merupakan tugas Polri dan hal tersebut (penjemputan oleh TNI) dikhawatirkan dapat merusak criminal justice system di Republik Indonesia," kata Aziz.

Terkait hal itu, Kepala Penerangan Komando Resor Militer atau Kapenrem 061 Surya Kencana, Mayor Inf Ermansyah, mengatakan kehadiran Danrem Brigjen Achmad Fauzi ke kediaman Habib Bahar bin Smith untuk menyampaikan pesan terkait ceramahnya. Diduga, ceramah Habib Bahar ini menyinggung TNI.

Ermansyah mengatakan, Brigjen Fauzi datang ke Ponpes Habib Bahar dengan cara baik-baik.[kumparan]

[VIDEO]