dr. Tifa: Eijkman Dilebur ke BRIN, Sedih Sekali Ya Allah...

Sedih sekali Ya Allah...

Pernah meneliti Malaria bertahun-tahun bersama Tim Eijkman yang hebat-hebat di Papua dan NTT.

Pernah bersama-sama dengan Eijkman membangun ICE-EBM Network untuk Riset multisite multicenter, bersama 1.400 Ilmuwan dan 22 Universitas, Rumah Sakit, dan Lembaga Penelitian Kesehatan Indonesia dan Asia-Eropa.

Saya posting di sini sebagai jejak digital, dengan dokumentasi By Laws, yang ditandatangani Tiga Menteri: Menkes-Mendikbud-Menristek.

Sebagai salah satu Founder dan Sekjen ICE-EBM Network 2010-2014, saya bangga sekali pernah menjalin kerjasama dengan Eijkman.

Kenang-kenangan yang indah. Kami pernah bekerjasama dengan indah untuk bumi pertiwi.

Lembaga Eijkman itu hebat sekali. Isinya Ilmuwan hebat-hebat jempolan, berdedikasi, dan sangat cinta Tanah Air ini. Mereka mau digaji kecil oleh negara. Bandingkan bila mereka tidak pulang dan tetap di Eropa dan Australia, penghasilan mereka bisa 10-100 kali lipat dibandingkan yang diterima di sini. Tetapi mereka memilih pulang. Untuk berbakti.

Sedih sekali.

(dr. Tifauzia Tyassuma)

*fb 02/01/2022