Asal Usul Suku Dayak

SUKU DAYAK

Suku Dayak adalah keturunan imigran dari Provinsi Yunnan di China Selatan tepatnya di Sungai Yang Tse Kiang, Sungai Mekong, dan Sungai Menan. Sebagian dari kelompok ini menyeberang ke semenanjung Malaysia sebagai batu loncatan pertama dan kemudian menyeberang ke bagian Utara Pulau Kalimantan pada abad ke-11.

Dalam sebuah jurnal pendidikan sosial berjudul “Dayak Asal-Usul dan Penyebarannya di Bumi Borneo” yang ditulis oleh Hamid Darmadi dari IKIP PGRI Pontianak, etnis Dayak Kalimantan terdiri dari 6 suku besar dan 405 sub-etnis kecil. Mereka menyebar di seluruh pedalaman Kalimantan.

Suku Dayak biasanya menamakan dirinya berdasarkan nama sungai, pahlawan, atau nama alam. Suku Dayak Iban, misalnya, asal kata dari ivan–dalam bahasa kayan, ivan = pengembara–, atau suku Dayak Batang Lupar yang diambil dari nama sungai Batang Lupar daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Serawak, Malaysia.

Menurut catatan sejarah, suku Dayak membangun sebuah kerajaan. Dalam tradisi lisan Dayak sering disebut “Nansarunai Usak Jawa”, yakni sebuah kerajaan Dayak Nansarunai yang hancur oleh Majapahit, diperkirakan terjadi antara tahun 1309-1386.

Kejadian ini membuat suku Dayak terpencar-pencar di seluruh wilayah pedalaman Kalimantan baik yang hidup di wilayah Indonesia maupun yang tinggal di Sabah Sarak, Malaysia. Mereka hidup menyebar menelusuri sungai hingga ke hilir dan kemudian mendiami pesisir pulau Kalimantan sampai saat ini.

Di Kalimantan Selatan misalnya, Suku Dayak banyak bermukim di sekitar daerah Kayu Tangi, Amuntai, Margasari, Watang Amandit, Labuan Lawas dan Watang Balangan. Meski Dayak terbagi menjadi beberapa sub-etnis, mereka memiliki satu senjata khas yang sama, yakni mandau.

Sebagai catatan, dahulu mandau dianggap memiliki unsur magis dan hanya digunakan dalam acara ritual tertentu, seperti: perang, pengayauan, perlengkapan tarian adat, dan perlengkapan upacara. Suku Dayak percaya, ketika seseorang tewas karena di-kayau, maka rohnya akan mendiami mandau. Inilah yang membuat mandau akan semakin sakti.

(Sumber: Kumparan/Sains)