Anies Sebut Belum Waktunya Deklarasi Capres, Jangan Azan Sebelum Masuk Waktu Shalat

[PORTAL-ISLAM.ID] Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara soal deklarasi calon presiden (capres). Menurutnya, belum waktunya untuk mendeklarasikan diri sebagai capres.

Hal ini diungkapkan dalam Talkshow Kebangsaan Komunitas Mileanis Sulsel di RM Losari and Food Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (21/1/2022) malam.

Saat ditanya soal capres, Anies menjawab dengan analogi azan.

"Kalau belum masuk waktunya, jangan bunyikan suara azan," ujar Anies, dikutip dari Antara, Sabtu (22/1/2022).

"Artinya, coba diperhatikan, kalau dengar azan jam 10 pagi apa kita lakukan? Semua pasti mengatakan apa ini (kok jam segini sudah azan)? Betul kan? Ini belum masuk waktu azan, jadi jangan azan dulu, begitu kira-kira," sambungnya.

Sebelum memasuki waktu salat dan azan dikumandangkan, kata Anies, yang boleh dilakukan adalah tahrim (bacaan shalawat sebelum azan) terlebih dahulu. Dalam hal ini, Anies akan melihat perkembangan sebelum mendeklarasikan diri sebagai capres.

"Jadi kalau tidak boleh azan, bolehnya apa? Kalau subuh, di sini ada suka tahrim. Kalau tahrim boleh, orang siap-siap shalat, ambil wudhu, datang ke masjid bahwa nanti akan ada azan. Tapi sebelum masuk waktu shalat, jangan azan dulu, semua muazin tahu prinsip itu," jelasnya.

Kendati demikian, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini tetap memberikan apresiasi kepada komunitas Mileanis yang mendukungnya untuk maju di Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Usai acara tersebut, saat kembali ditanya wartawan tentang capres, Anies mengatakan akan fokus melaksanakan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta sampai masa jabatannya habis pada Oktober 2022.

Sebab, kata dia, ada beberapa program kerja yang belum selesai.

"Saya saat ini masih terus bertugas di Jakarta dan akan terus fokus menyelesaikan semua program yang menjadi rencana kerja untuk dituntaskan di Jakarta," tutur Anies kepada awak media.

"Karena periode tugas saya sampai Oktober (tahun 2022). Jadi sampai Oktober saya akan terus fokus di Jakarta," pungkasnya.

[ANTARA]
Baca juga :