Terdampar di sebuah Group "Salafi"

Oleh: Azwar Siregar

Tadi malam secara tidak sengaja saya terdampar disebuah Group "Salafi".

Innalillahi. Selama ini saya pikir hanya Kelompok Islam Nusantara yang bersikap eksklusif. Saya tidak akan menggunakan istilah "Pemegang Kunci Surga", karena kata-kata ini biasanya digunakan orang-orang yang anti Islam atau anti syariat Islam.

Tapi jujur saya terkejut, membaca beberapa postingan dan komentar yang merasa paling benar sendiri. Suka membid'ah-bid'ahkan ritual agama Kelompok orang lain. Merasa orang lain mengikuti ajaran sesat. Dan cuma ajaran yang dia lakukan paling tepat.

Walaupun tamatan Pesantren. Tapi saya merasa masih sangat awam masalah agama. Cuma bagi saya sangat sederhana, setiap perbedaan sepanjang tidak menyalahi Al-Quran dan Al Hadist, seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan.

Contohnya Tahlilan, Maulid dan Ziarah Kubur. Bagi Kelompok "Salafi" ini dianggap Bid'ah yang sangat sesat dan menyesatkan. Padahal Ulama-ulama yang memperbolehkan Tahlilan, Maulid dan Ziarah Kubur juga dari Ulama-ulama yang keilmuannya diakui oleh Dunia.

Kenapa hal-hal seperti ini diributkan dan menimbulkan perpecahan?

Bagi saya pribadi. Sesat itu kalau sudah menyalahi Al-Quran dan Al Hadist. Misalnya menganggap ada lagi Rasulullah setelah Nabi Muhammad SAW. Atau menganggap Sholat bukan kewajiban seorang Muslim.

Ritual Ibadah juga sepanjang bukan menyalahi Ibadah Inti seharusnya juga bukan masalah. Contoh, sehabis Sholat ada yang berdoa dan ada yang tidak. Kenapa hal seperti ini dipermasalahkan?

Kalau Rukun Sholatnya yang ditambah-tambah atau dikurangi, baru masalah. Tapi kalau cuma perbedaan berdoa atau tidak berdoa, apa masalahnya? Lha wong berdoa kapan aja tidak dilarangkan? Tetapi kalau Sholat memang jelas aturannya. Baik waktu, rukun dan syaratnya.

Sekali lagi saya merasa masih sangat awam masalah Agama. Tapi sekali lagi saya juga sangat menyayangkan perpecahan diantara Umat Nabi Muhammad hanya gara-gara perbedaan khilafiyah.

Saya berkali-kali mengkritik Islam Nusantara bukan karena masalah ritual ibadah. Tapi justru karena sikap mereka yang menimbulkan perpecahan sesama umat. Misalnya dengan sikap Alergi Arab. Padahal Nabi Muhammad adalah orang Arab?

Setelah membaca-baca Postingan dan Komentar di Group tersebut, saya baru sadar. Kenapa Umat Islam yang mayoritas di Negeri ini malah jadi bulan-bulanan Kelompok Sekuler dan Kelompok Islamphobia.

Ya, jawabannya karena sesama Umat sendiri cakar-cakaran gara-gara setitik perbedaan!

(18/12/2021)