Puspo Wardoyo: Saya Korban Pertama Yusuf Mansur

[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengusaha nasional, Puspo Wardoyo, mengaku menjadi korban pertama Ustaz Yusuf Mansur.

Pengakuan itu ia tuturkan saat diwawancarai wartawan Sudarso Arief Bakuama di kanal Youtube Thayyibah Channel seperti dikutip Solopos.com, Selasa (14/12/2021).

Puspo bercerita tentang perkenalannya kali pertama dengan Yusuf Mansur yang belakangan dikenal dengan konsep keajaiban sedekah. Pada 2005, dirinya diminta menjadi pembicara oleh salah satu event organizer di Jawa Timur. Pembicara lainnya adalah Ustaz Yusuf Mansur.

“Saya berbicara tentang bisnis, beliau tentang dakwah,” katanya.

Ia kaget lantaran saat pulang dari acara Yusuf Mansur bertengkar dengan ketua EO tersebut. Pertengkaran itu dipicu pembagian uang hasil acara.

“Saya kaget. Kok berebut begitu. Padahal EO itu gak punya uang. Untuk acara biasanya nombok dulu. Saya kalau acara dengan EO itu tidak pernah dibayar, bahkan saya yang mbayari acaranya. Kok ini bertengkar masalah uang. Dari situlah saya mikir ‘wah ini orang masalah’,” katanya.

Setelah acara itu, kata Puspo, Yusuf Mansur lantas meminta dirinya dihubungkan dengan wartawan dan stasiun televisi. Puspo yang sudah biasa tampil di televisi lantas memenuhi permintaan itu. “Ya itu akhirnya dia sering di TV,” katanya.
 
Perihal pengakuannya sebagai korban pertama Yusuf Mansur, pemilik Ayam Bakar Wong Solo itu lantas bercerita kronologinya.

Suatu ketika di akhir 2005 saat berada di salah satu restoran Wong Solo di Bintaro, Jakarta, dirinya didatangi ustaz bernama asli Jam’an Nurkhatib Mansur itu.

“Dia pakai motor, nyamperin saya, ketok kaca mobil. Saat itu saya bawa mobil Elf yang saya sudah modifikasi, ada tempat tidurnya sehingga bisa saya pakai keliling kota mengecek bisnis. Dia nyapa ‘masih kenal saya Pak’ ,” lanjutnya.

Setelah itu terjadi pembicaraan antara dirinya dengan Yusuf Mansur. Yusuf Mansur lantas terang-terangan meminta mobil tersebut dengan alasan akan dipakai untuk berdakwah.

“Ya karena untuk berdakwah, boleh. Tapi dengan syarat stiker-stikernya tidak boleh dicopot. Itu branding usaha bisnis saya,” katanya.

Namun berselang 10 hari kemudian dirinya mendapat laporan dari karyawannya di Bintaro bahwa stiker-stiker mobil itu sudah dilepas.

“Wah gak bisa itu. Lalu saya minta karyawan untuk mengirim lagi stiker agar dipasang tapi tidak dipasang. Lalu saya hubungi tapi tidak diangkat, wah ini sudah kurang ajar,” katanya.

Karena marah dirinya tidak lagi mau berhubungan dengan Yusuf Mansur sampai sekitar 10 tahun kemudian dirinya dihubungi seseorang.

“Dia mengaku sopirnya Yusuf Mansur, minta BPKB mobil. Saya tidak mau,” katanya.

Mengakui

Perihal pengakuan Puspo Wardoyo ini dijawab Ustaz Yusuf Mansur melalui rekaman suara yang diunggah di kanal Youtube Daqu Channel.

Yusuf Mansur menceritakan mobil Elf itu disedekahkan kepada dirinya di suatu forum pengajian yang diselenggarakan di salah satu outlet Ayam Bakar Wong Solo di Bintaro bukan diminta oleh dirinya sebagaimana dikatakan Puspo Wardoyo.

“Saya dimintai untuk berbicara di keluarga besar karyawan dan outlet manajer dari beberapa cabang beliau di Jakarta dan sekitarnya. Saya bercerita tentang sedekah. Lalu saya minta semua mengisi di kertas mau sedekah apa tapi tidak boleh nulis nama. Nah di salah satu kertas itu ada isinya mobil,” katanya.

Karena tertulis sedekah mobil, dirinya lantas menoleh ke arah Puspo Wardoyo dan menanyakan hal itu. “Saya lihatin beliau, ‘ini bapak?’. ‘Iya buat kamu’. Buat saya loh bukan dipinjamin,” kata Yusuf Mansur.

Menurut Yusuf Mansur, pada hari itu juga mobil Elf yang sudah dimodifikasi tersebut ia sedekahkan kembali. “Nah di sinilah kesalahannya, mestinya saya bilang dulu ke beliau tapi saya gak bilang,” ujarnya.

Puspo Wardoyo: Yusuf Mansur Sudah Saya Ingatkan Tapi Bandel

Puspo Wardoyo itu juga meminta Yusuf Mansur untuk menghentikan kegiatannya mengumpulkan uang jamaah dengan berkedok sedekah.

Pengusaha nasional Puspo Wardoyo mengaku sudah mengingatkan Ustaz Yusuf Mansur untuk menyelesaikan kewajibannya kepada sejumlah investor pembangunan hotel dan apartemen yang digalangnya.

Tak hanya itu, Puspo Wardoyo itu juga meminta Yusuf Mansur untuk menghentikan kegiatannya mengumpulkan uang jamaah dengan berkedok sedekah.

Namun, kata Puspo Wardoyo, nasihatnya itu diabaikan oleh ustaz yang terkenal dengan konsep sedekah tersebut.

“Ada 100-an orang yang mengadu ke saya. Mereka menjadi korban Yusuf Mansur. Ada patungan aset, patungan usaha, patungan saham batu bara, ada TKW. Banyak korbannya,” ujar pengusaha asal Kota Solo itu di kanal Youtube Thayyibah Channel.

Puspo menyebut apa yang dilakukan Yusuf Mansur dengan konsep sedekahnya itu modus mengumpulkan uang dengan memanfaatkan kebodohan umat Islam. Dia mengaku sudah bertemu Yusuf Mansur dan menyampaikan keluhan banyak orang yang mengaku sebagai korban investasi Yusuf Mansur.

“Saya bertemu dia di rumah saya. Saya sampaikan ke dia, ‘pekerjaan antum itu pekerjaan hina, jahat dan kotor. Mencari uang di atas kebodohan umat Islam’. Korbannya kan orang Islam yang miskin dan pengin cepat kaya. Saya bilang ke dia ‘selesaikan ente punya kewajiban’. Tapi bandel dia,” katanya menjawab pertanyaan wartawan Darso Arief di kanal Youtube Thayyibah Channel.
 
Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari Ustaz Yusuf Mansur. Pesan Whatsapp yang dikirim Solopos.com ke nomor HP Yusuf Mansur belum dibalas.

Minta Maaf

Sementara melalui Instagramnya, Ustaz Yusuf Mansur menyampaikan sudah meminta maaf dan mengembalikan uang milik lebih dari separuh investor pembangunan hotel dan apartemen.

Kasus investasi ini bermula dari penawaran Yusuf Mansur pada 2012. Ia menawarkan program kerja sama pembangunan di salah satu hotel dan apartemen di kawasan Tangerang.

“Saya dibilang nggak mau ketemu? Nggak mau ketemu gimana? Orang saya sudah minta maaf. Tapi tidak dianggap, lupa begitu saja,” kata Ustaz Yusuf Mansur di Instagram, Sabtu (11/12/2021) seperti dilansir Suara.com, Senin (13/12/2021).

Sebagai bukti atas tanggung jawab pada bisnis investasi itu, Yusuf Mansur bersama tim mengklaim telah mengembalikan uang milik 2.500 orang investor. Total investor yang tercatat pada program tersebut 2.900 orang.(Solopos)

[VIDEO di kanal Youtube Thayyibah Channel - PUSPO WARDOYO KEMBALI MENYOROT YUSUF MANSUR - 8 Nov 2021]