Jadi judulnya bukan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, tapi Kereta Api Cepat Indonesia China Jakarta-Padalarang ya ...😁

Jadi judulnya bukan kereta api cepat Jakarta-Bandung, tapi Kereta Api Cepat Indonesia China Jakarta-Padalarang ya ...😁.

Saya baca-baca di sini memang tahap pertama akan sampai Padalarang saja, dan nanti ke Bandungnya pindah pakai kereta api feeder yang 20 menit atau 30 menit sekali baru ada. Lha kalau gini namanya kereta api cepat sampai Padalarang, setelah itu terserah Anda...🤦‍♀️

Saya gak ngerti ini sebetulnya pertimbangan apa to bangun kereta cepat sampai Padalarang ini? Ya kalau cuman sampai Padalarang yang naik sopo? Kecuali Padalarang dibangun jadi Ibu kota Jabar kedua.

Dari awal saja pembangunan ini terkesan grasah grusuh dan gak jelas tujuannya apa? Lha dibangun kereta api cepat, tapi Ibu Kota Jakarta saja mau pindah ke Kalimantan Timur.

Sekedar mengingatkan lagi saja ya, kareta api cepat ini dibiayai dari pinjaman Bank China tapi yang MENJAMIN PEMERINTAH INDONESIA. Investasi awal sekitar 86 Triliun. Namun belum lama ini katanya terjadi pembengkakan investasi menjadi sebesar hampir 114 Triliun. Pembengkakan itu kini ditombokin APBN melalui penyertaan modal pemerintah di PT KAI (Kereta Api Indonesia).

Banyak pihak memproyeksikan kereta api cepat China berpotensi jadi jebakan utang bagi Indonesia. Bagaiman tidak? Lha kata pengamat ada yang bilang BEP-nya bisa 100 tahun, malah ada yang bilang sampai kiamat pun gak bakal balik modal alias BEP 🤦‍♀️

Lah kalau jadi proyek gak efisien atau mangkrak terus gimana? Berarti aset-aset termasuk tanah yang dilewati jalur kereta itu jadi milik pemerintah China? 

Oh ya pembangunannya sendiri kok kelihatan gak profesional ya, belum lama ini beredar viral tiang pacang yang roboh sampai menimpa 2 eksavator. Ada yang bilang itu sengaja dirobohkan karena salah kordinat. Ada yg bilang memang roboh karena pembangunanya tdk kuat. Waduh 🤦‍♀️ kalau gini caranya apa nanti nggak bengkak lagi investasinya? 

Wis mumet saya membayangkan nanti dengan apa yang terjadi?

(Naniek S Deyang)