ISLAM DAN ARAB

ISLAM DAN ARAB

Oleh: Prof. Moeflich Hasbullah (Ahli Sejarah Islam)

ISLAM DAN ARAB. Seperti Kristen dengan Barat (Eropa-Amerika), Hindu dengan India, Budha dengan India, Nepal dan Tibet, Kung Hu Cu dengan Cina, Shinto dengan Jepang, semuanya tak bisa dipisahkan, demikianlah Islam dengan Arab. India membawa Hindu-Budha, Arab membawa Islam, Barat membawa Kristen. 

Dari ketiga penganut agama itu di Indonesia, tidak ada yang paling mempermasalahkan dan mencerewetkan sumber asalnya kecuali Agama Islam, termasuk oleh mereka yang namanya pakai bahasa Arab. Dudung sih dimaklumi. Mengapa bisa terjadi? 

Islam tak tertarik mengurusi umat lain dengan asal-usulnya, konsern Islam, sebagai agama rahmatan lil 'alamin, adalah mengajak manusia menerima Islam sebagai ajaran keselamatan. 

Negara-negara besar non-Islam sangat antusias memisahkan Islam dengan asal-usulnya agar terus melemah dan dominasi mereka bertahan pada umat Islam. Sedikit banyak, mereka berhasil.

Arab Saudi sekarang bukan negara untuk dicontoh dan diikuti, makin sekuler dan liberal, penguasanya cinta dunia, tapi Islam dan Muslim tak bisa dipisahkan dari sejarahnya.***