Gusdurian Akui Jakarta Berubah di Masa Anies Baswedan

[PORTAL-ISLAM.ID] JAKARTA - Ada perubahan signifikan dari Kota Jakarta yang makin cantik dan bersih. Bahkan, wajah Jakarta saat ini sangat baik dari sebelumnya.

Perubahan Ibu Kota Jakarta semasa dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sungguh luar biasa. Kota lebih tertata rapi, indah, nyaman, dan aman bagi semua warganya. Begitu juga bagi siapa pun yang  datang ke kota metropolitan ini. Mereka berdecak kagum oleh perubahan kota Jakarta yang kini sejajar dengan kota-kota elite dunia.

Perubahan Kota Jakarta ini pun diakui oleh Gusdurian, Roy Murtadho atau dikenal dengan Gus Roy. Lelaki yang dikenal sebagai militan Gusdurian dari Jombang ini mengatakan, ada perubahan signifikan dari Kota Jakarta yang makin cantik dan bersih. Bahkan, wajah Jakarta saat ini sangat baik dari sebelumnya.

“Saya bukan pendukung Anies & Ahok. Belakangan baru sadar JKT sekarang jauh lebih cantik, bersih ketimbang sebelumnya,” tulis Gus Roy di akun twitter-nya @MurtadhoRoy yang dikutip KBA News, Jumat, 3 Desember 2021.

Menurut Direktur Pusat Kajian Pesantren dan Demokrasi (PKPD) Tebuireng Jombang itu, keberhasilan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam memimpin Ibu Kota Negara Indonesia ini harus diakui. Apalagi, kata Pengajar di Pesantren Ekology Misykat Al-Anwar Bogor itu Anies berani mengakomodir kepentingan warga kalangan bawah di Jakarta.

“Harus diakui, di tengah gempuran buzzer berbayar, Anies diam-diam bikin banyak perubahan, minimal berani mengakomodir kepentingan warga marjinal di JKT,” akunya di tweet yang sama.

Tweet Gus Roy ini kemudian ditanggapi oleh pengikutnya, seperti disampaikan oleh akun @AnangArdiantaka yang mengakui fasilitas umum di Jakarta sangat diperhatikan, dari taman kota, lapangan bola kampung, hingga jalan-jalan kampung di Jakarta menjadi perhatian Anies.

“Fasilitas untuk ruang publik juga meningkat tuh, sarana interaksi antar warga seperti Taman, RPTRA, Lapangan Bola, bahkan gang kecil aja jalanannya udah bagus diaspal. saya yang warga Bekasi perbatasan Jaktim iri sama Jakarta,” tulis @AnangArdiantaka.

Sementara itu, akun @AlbertSamuel mengatakan kritik kepada pemimpin adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi, karena Gubernur atau Presiden dipilih oleh rakyat hingga sangat wajar dikritik sebagai salah satu cara mengontrol. Namun, ketika pemimpin itu berhasil membuat perubahan, maka kritik dari lawan politik patut dipertanyakan.

“Mengeritik atau geram kpd siapapun gubernur jkt manusiawi bin wajar dlm sistem demokrasi. Why? Sebab gub ybs dipilih rakyat. Yg dikritik/geram urusan publik yg dibohongi. Nah, jika gubernur tsb kaya prestasi seperti AB (Anies Baswedan), tapi masih dikritik buzzer2RP itu! Patut diduga mereka itu bayaran,” kata @AlbertSamuel.

Terakhir, akun @RishoRahadi menuturkan, penghargaan yang diraih oleh Anies Baswedan bukan untuk pencitraan, tetapi karena amanah dalam menjalankan tugas melayani warga Jakarta.

“Prestasi dan penghargaan bertubi2 bukan karena dia kejar demi pencitraan, tapi semata2 karena amanah dalam melayani warganya. Sangat jarang pemimpin yg sadar kalau sesungguhnya dia pelayan rakyat bukan penguasa rakyat,” tutup @Rishorahadi

(Sumber: kba)