Xavi Hernandez Sangat Menghormati Islam

[PORTAL-ISLAM.ID]  Legenda pemain Barcelona, Xavi Hernandez kini resmi kembali ke Barcelona sebagai pelatih.

Momen haru penuh derai air mata mengiringi perpisahan Xavi Hernandez dengan Al Saad SC (klub juara Liga Qatar) pasca dirinya ditebus untuk menjadi pelatih anyar Barcelona.

Xavi menjalani perpisahan dengan seluruh komponen Al Saad SC seiring keputusannya untuk kembali ke Barcelona sebagai pelatih anyar.

Keinginan Barcelona memulangkannya dari Al Sadd pun senada dengan keinginan Xavi Hernandez untuk kembali pulang dan memperbaiki performa mantan klubnya tersebut.

Sebelum kembali ke Barcelona, Xavi pun menghadiri perpisahan dengan seluruh komponen Al Sadd di mana dalam acara tersebut, terlihat pelatih berusia 41 tahun itu mengucurkan air mata.

Ia pun berpamitan dengan seluruh pemain dan stafnya sebelum terbang kembali ke Barcelona dan dijadwalkan akan tiba pada Jumat (05/11/21) malam atau Sabtu (06/11/21) pagi waktu setempat.

Xavi Hernandez sangat sukses melatih Al-Sadd, klub di liga Qatar.

Belum genap dua tahun mengarsiteki Al Sadd, Xavi mampu membawa tim ini meraih lima trofi. Di awal tahun ini Al-Sadd sukses membawa pulang piala Qatar Cup 2021 setelah mengalahkan Al Duhail di laga final.

Bersama Al-Sadd, Xavi sebelumnya sudah memenangkan empat kejuaraan lainnya, yaitu Qatar Cup 2020, Qatari Super Cup 2019, Emir of Qatar Cup 2020, dan Qatar Stars Cup 2019/2020.

Catatan gemilang Xavi tak berhenti di situ. Setelah mengalahkan Umm Salal pada putaran ke-7 Liga Qatar, Al Sadd membubuhkan 34 pertandingan beruntun tak terkalahkan. Jumlah itu di antaranya empat kali imbang dan 30 kali kemenangan.

Xavi telah melatih Al-Sadd sejak 28 Mei 2019. Sepanjang itu, Xavi telah memimpin tim ini di 95 laga dengan 63 di antaranya menang, 15 kali imbang, dan 17 kalah.

Gaya kepelatihan Xavi di Al Sadd pun kerap menjadi sorotan karena menerapkan tiki-taka ala Barcelona saat diarsiteki Pep Guardiola. 
Xavi Hernandez dikenal sebagai pribadi yang respek dengan agama Islam.

Eks gelandang timnas Spanyol ini mengaku sangat menghormati agama Islam. 

"Saya kenal Islam dari apa yang kami pelajari di sekolah. Kami diajarkan untuk menghormati satu sama lain. Di Barcelona pun demikian, kami menghormati rekan-rekan yang Muslim," kata Xavi seperti dikutip Alarabiya.net.

Xavi mengatakan sering melihat Saydo Keita, pemain Barcelona yang Muslim, shalat dengan memanfaatkan ruang yang ada. Menurutnya, apa yang dilakukan rekannya itu tidak mengganggu siapapun. "Saat seorang meminta ruangan untuk shalat, kami pun mengabulkan permintaannya. Demikian pula dengan Eric Abidal dan Ibrahim Afellay, mereka juga Muslim," ungkap Xavi.

Yang menarik dari pengamatan Xavi dari agama yang diyakini ketiga rekannya itu adalah saat bulan suci Ramadhan. Ia mengaku takjub, bagaimana seorang pesepakbola harus menahan lapar dan haus selama 12-15 jam. Apalagi dalam cuaca yang begitu panas.

"Saya pikir, ini adalah sebuah kewajiban bagi umat Islam. Kita harus menghormatinya. Kami juga memiliki ritual yang kami patuhi," kata dia.

Xavi mengatakan sepakbola dan Barcelona mengikat secara emosional individu-individu beragam. "Sepakbola menyatukan agama dan budaya. Barcelona merupakan contoh bagaimana beragam agama dan budaya menyatu," pungkas dia.(*)