Twitter Blokir Akun Hacker Brasil Peretas Database Polri

[PORTAL-ISLAM.ID]  Twitter telah memblokir atau menangguhkan akun @son1x666 yang sehari sebelumnya membagikan tautan ke database berisi data pribadi aparat kepolisian RI.

Akun @son1x666 yang mengaku asal Brasil dan berusia 16 tahun, sebelumnya masih bisa diakses pada Rabu malam (17 November 2021).

Sehari sebelumnya, @son1x666 menggemparkan jagat maya Indonesia setelah merilis data anggota Polri yang menurutnya diambil dari tiga  server milik Polri. 

Data yang tautannya dibagikan lewat Twitter itu diunggah di situs berbagi file dengan nama "polrileak.txt" berukuran 10,27 MB dan "polri.sql" (ukurannya sama). Selain itu, data mentahnya juga diunggah di situs Ghostbin.com. Hingga tulisan ini ditayangkan, data di tautan itu masih bisa diunduh  secara gratis oleh siapa saja.

Seorang netizen yang mencoba menyalin data tersebut ke Microsoft Word menemukan datanya sebanyak 2.660 halaman.

Amatan Cyberthreat.id, data itu berisi data pribadi sejumlah anggota Polri yang pernah dan sedang menjalani hukuman disiplin.

Data itu berisi:

Nama
Nomor NRP
Tempat tanggal lahir
Satker
Pangkat
Status nikah
Jabatan
Alamat
Pangkat terakhir
Agama
Golongan darah
Suku
pen_umum_terakhir
pen_polri_terakhir
pen_jurusan_terakhir
pen_jenjang_terakhir
rehab_no_putusan
rehab_tanggal_putusan_sidang
rehab_id_jenis_pelanggaran
id_propam
s_tgl_hukuman_selesai
s_tgl_hukuman_mulai
s_tgl_rehab_mulai
s_tgl_rehab_selesai
s_tgl_binlu_mulai
s_tgl_binlu_selesai
 email
no_hp

Merespon hal ini, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan kasusnya sedang ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Ini bukan pertama kali @son1x666 mengganggu situs web milik instansi pemerintah Indonesia. 

Sebelumnya, pada akhir Oktober lalu, ia membuat geger dunia maya Indonesia lantaran mengubah tampilan situs web (web defacement) Pusat Malware Nasional milik Badan Siber dan Sandi Negara diubah tampilannya (web defacement). Bahkan, ia mengklaim sebetulnya bisa masuk lebih dalam lagi ke server BSSN, tapi dirinya takut dipenjara. 

Baru-baru ini, ia kembali berulah dengan merusak empat subdomain Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan satu subdomain Goverment Certification Authority (GovCA), yaitu otoritas yang mengotentikasi pihak yang akan bertransaksi khususnya di pemerintahan. GovCa dibentuk oleh BPPT. 

Son1x juga menyebutkan alasan mengapa dia meretas database Polri.

"Saya melakukan ini karena saya tidak mendukung pemerintah dan bagaimana mereka memperlakukan rakyatnya sendiri."

"Banyak orang Indonesia telah menghubungi saya berbicara tentang situasi kehidupan mereka di Indonesia."

"Jadi saya mengidentifikasi diri saya dengan mereka, dan memutuskan untuk membantu dengan apa pun yang saya bisa, jadi inilah alasan saya melakukan kebocoran ini," tulisnya dalam Bahasa Inggris.
(Cyberthreat, tvOne)