STRATEGI CANTIK ERICK


STRATEGI CANTIK ERICK

Oleh: Danke Soe Priatna*

Setelah heboh dengan keperkasaanya memberikan intruksi berstrategi Bisnis yang luar biasa, yaitu: Agar Toilet Toilet di SPBU digratiskan...!!

Karena Erick yakin, Pertamina rugi karena dananya tersedot oleh WC umum tersebut.

Erick percaya, Garuda Bangkrut karena urusan Lavatory yang carut marut.

Urusan WC umum itu, lebih besar ketimbang pertanggung jawaban moral dan hukum dirinya yang bermain cantik dengan bisnis test PCR.

Urusan WC umum itu, lebih utama dibanding menyusun strategi agar BUMN tidak rugi, ngutang atau bahkan gulung tikar.

Kemudian,...
Erick kembali bermain cantik dengan taktik yang ciamik.
Menjadi Anggota Kehormatan Banser!!

Fantastis!

Seluruh rangkaian Diklatsar Banser yang Maha Berat itu dia selesaikan dengan tuntas, sehingga Erick layak untuk berjoget jumarika jumarika jeng jeng....

Kenapa Banser??
Erick perlu "kekuatan dukungan masa", yang loyal, militan dan bisa dimanfaatkan...
Setidaknya sebagai team hore, atau bumper kalau Erick dikritik.

Ini adalah Strategi Cantik Erick,

Erick tahu,
Manusia itu bisa diperdaya, ditipu dan dibohongi apabila manusia itu miskin dan bodoh.
Saya sebutkan miskin disini karena ada sebagian oknum atau tokoh yg merasa "miskin" sehingga mudah sekali disogok dengan amplop coklat.
Disodori pangkat atau jabatan.
Sehingga dengan kemiskinanya itu dia bisa menggangguk mengiyakan sang pemberi walau tahu apa yang dilakukanya salah.

Ada juga masyarakat yang benar benar miskin, sehingga begitu rela untuk dibeli suaranya seharga 100rb, atau berapapun itu, untuk sebuah penderitaan berkepanjangan...

Kalau bodoh,
Jelas :
Sudah dibohongi, dikibuli berkali kali dengan janji itu ini, tetapi masih saja mau untuk memilih orang yang tukang ngibul. Bahkan ada yang masih bangga tralala...
Kalau bukan bodoh, maka non-pintar namanya...

Dan Erick tahu,
Strategi ini masih efektif untuk diterapkan, karena tingkat kemiskinan dan kebodohan di Indonesia masih tinggi.
Bahkan ada semacam kesengajaan agar masyarakat tetap miskin dan bodoh.
Agar tetap layak jadi komoditi.

Karena kalau masyaraktanya sejahtera dan pinter.
Ya gk mungkin bisa dibodohi dan ditipu lagi.

Kalau masyarakatnya pinter, gk mungkin ada yg merasa bangga, bila bangun jalan tol 10T dijual 3T sajaaaa...
Masa mau diajak Oon berjamaah teruss...

Erick tahu, Erick Cerdik,...
Ormas mana yang harus dilirik.
Semuanya disusun dengan agenda politik.
Ambisi besar untuk kemenangan yang diharapkan bisa dipetik.

Dia gk mau kalah dengan Puan yang menanam padi sambil ujan ujanan...

Dia gk mau kalah dengan Puan yg pasang Baligo dimana mana, Erick cukup "kampanye" digerai gerai ATM yang jumlahnya woowww...

Well...
Apakah Erick salah bergabung dengan Banser???
Tentu saja Tidak...
Toh Abu Janda saja bergabung dengan Banser.
Jadi Erick sekarang bisa bangga, karena selevel dengan Abu Janda... 🤭🤭

Sing it Baby :
"jumarika jumarika jeng jeng..."

(*sumber: fb penulis)