Semua Agama Benar?

Semua Agama Benar?

Oleh: Rifqi firmansyah, Lc

Masih mengkritik pemikiran Buya Syakur dan kaum liberal yang membawa pernyataan bahwa semua agama itu benar.

Seperti yang dikatakan oleh Buya Syakur dalam sebuah video di media youtube miliknya  yang dinamainya dengan wamimma, kira-kira begini kalimat yang beliau ucapkan: "Apabila kita ingin menjadi orang yang benar, ingin belajar benar, satu persyaratannya, jangan pernah merasa paling benar, nabi muhammad itu yang dijamin benar oleh tuhan, tetapi dia tidak pernah merasa paling benar".

Kemudian beliau memberikan alasan kenapa Nabi Muhammad itu tidak pernah merasa paling benar; adalah karena beliau setiap hari beristighfar atau meminta ampunan minimal 70 kali, jadi beliaupun masih merasa belum tentu benar dengan ajaran yang beliau bawa.

Kira-kira begitulah kalimat yang beliau ucapkan dalam video youtube tersebut, sebuah kalimat inti dari pembahasan yang disampaikan dalam muqoddimah yang sungguh begitu jelimet dan aneh.

Dalam video lain, beliau juga menggunakan dalil ayat Al-qur'an untuk menguatkan pendapatnya bahwa semua agama itu benar, yaitu surat Al-Baqarah ayat 62:

إِنَّ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِینَ هَادُوا۟ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ وَٱلصَّـٰبِـِٔینَ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِ وَعَمِلَ صَـٰلِحࣰا فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَیۡهِمۡ وَلَا هُمۡ یَحۡزَنُونَ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Ṣābi’īn, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir, dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati."

Dari ayat ini beliau menyimpulkan, bahwa orang beriman, yahudi, nasrani, sabiah yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan selamat di akhirat, dengan ayat ini pula beliau menegaskan semua agama itu benar.

Mari coba kita baca Tafsir ayat ini, biar kita tidak salah dalam memahami ayat Al-Qur'an, apalagi menafsirkan Al-Quran dengan nafsu sendiri tanpa bantuan para ahli tafsir dari kalangan para sahabat, tabiin, dan para ulama.

1. Assuddi, dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan sebagai berikut:

وَقَالَ السُّدِّيُّ: ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَى وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا﴾ الْآيَةَ: نَزَلَتْ فِي أَصْحَابِ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ، بَيْنَا هُوَ يُحَدِّثُ النَّبِيَّ ﷺ إذْ ذَكَرَ أَصْحَابَهُ، فَأَخْبَرَهُ خَبَرَهُمْ، فَقَالَ: كَانُوا يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيُؤْمِنُونَ بِكَ، وَيَشْهَدُونَ  أَنَّكَ سَتُبْعَثُ نَبِيًّا، فَلَّمَا فَرَغَ سَلْمَانُ مِنْ ثَنَائِهِ عَلَيْهِمْ، قَالَ لَهُ نَبِيُّ اللَّهِ ﷺ: "يَا سَلْمَانُ، هُمْ مِنْ أَهْلِ النَّارِ". فَاشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَى سَلْمَانَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ هَذِهِ الْآيَةَ، فَكَانَ إِيمَانُ الْيَهُودِ: أَنَّهُ مَنْ تَمَسَّكَ بِالتَّوْرَاةِ وَسُنَّةِ مُوسَى، عَلَيْهِ السَّلَامُ؛ حَتَّى جَاءَ عِيسَى. فَلَمَّا جَاءَ عِيسَى كَانَ مَنْ تَمَسَّكَ بِالتَّوْرَاةِ وَأَخَذَ بِسُنَّةِ مُوسَى، فَلَمْ يَدَعْهَا وَلَمْ يَتْبَعْ عِيسَى، كَانَ هَالِكًا. وَإِيمَانُ النَّصَارَى أَنَّ  مَنْ تَمَسَّكَ بِالْإِنْجِيلِ مِنْهُمْ وَشَرَائِعِ عِيسَى كَانَ مُؤْمِنًا مَقْبُولًا مِنْهُ حَتَّى جَاءَ مُحَمَّدٌ ﷺ، فَمَنْ لَمْ يتبعْ مُحَمَّدًا ﷺ مِنْهُمْ ويَدَعْ  مَا كَانَ عَلَيْهِ مِنْ سُنَّةِ عِيسَى وَالْإِنْجِيلِ -كَانَ هَالِكًا.

Bahwasanya ayat ini turun kepada para sahabat Salman Alfarisi, yaitu ketika Salman Alfarisi sedang berbicara dengan Nabi shallallahu alaihi wasallam kemudian beliau (Salman) menyebutkan teman-temannya (Nasrani) dan menjelaskan kondisi mereka bahwa mereka dulu berpuasa, sholat, beriman kepadamu dan bersaksi bahwasanya engkau akan diutus, kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab bahwa mereka itu tempatnya di neraka, kemudian Salman merasa keberatan, dan turunlah ayat ini. 

Beliau melanjutkan, bahwa iman orang Yahudi adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada Taurat dan sunnah nabi Musa alaihissalam, hingga datang nabi Isa. Ketika telah datang dan diutus nabi Isa maka tidak ada pilihan lain kecuali mereka harus beriman kepada Injil dan mengikuti syariat nabi Isa.

Dan iman orang Nasrani adalah orang-orang yang berpegang teguh kepada Injil dan syariat nabi Isa, maka mereka selamat, kemudian ketika datang nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diutus maka tidak ada pilihan lain kecuali mereka harus beriman kepada nabi Muhammad dan mengikuti syariatnya.

2. Ibnu Abbas menjelaskan inti dari penjelasan ayat ini, bahwa saat diutus nabi Muhammad dengan syariat Islam maka tidak ada pilihan bagi seluruh manusia kecuali wajib mengikuti syariat beliau. 

Dan bahwa yahudi yang dibenarkan adalah yang mengikuti syariat nabi musa sebelum diutusnya nabi Isa.

Dan bahwa nasrani yang dibenarkan adalah yang mengikuti syariat nabi Isa sebelum diutus nabi Muhammad.

Setelah diutus nabi Muhammad, maka tidak ada pilihan lain kecuali seluruh manusia harus mengikuti syariat nabi Muhammad SAW.

Jadi merasa paling benar itu wajib dalam beragama, dan merasa paling benar dalam beragama itu sikap yang paling tepat, itulah pendirian.

Kemudian yang kedua, pernyataan beliau bahwa nabi muhammad juga tidak merasa paling benar, masak perlu dijawab?? Ndak melu-melu dungu akalku.

Wallahua'lam.