Sebut Jokowi Berbakti ke Rakyat China, Nicho Silalahi: Semoga Beliau Gantikan Xi Jinping

[PORTAL-ISLAM.ID]  emerintah akhirnya memberikan suntikan dana melalui APBN dengan skema Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp4,3 triliun ke proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Pernyertaan dana APBN ini mendapat kritikan dari Aktivis Nicho Silalahi. Hal itu diungkapkan melalui akun Twitternya, Selasa (2/11/2021).

“Pemerintah yang hebat itu berhasil mengurangi Pengangguran di China dan Menggajinya dengan APBN,” tulis Nicho Silalahi.

Tak sampai di situ, Nicho juga menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok yang sangat mulia.

Dia menilai Jokowi adalah Presiden Indonesia yang sangat berbakti terhadap masyarakat China karena telah menyetujui suntikan modal ke proyek tersebut.

“Sungguh sangat mulia pak @jokowi ini dan sangat berbakti dengan rakyat China, semoga rakyat China segera menjadikan beliau sebagai presiden untuk menggantikan jingping. Ia ga sih ?,” jelasnya.

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyatakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp3,4 triliun.

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan pinjaman itu untuk pembayaran base equity capital atau kewajiban modal dasar dari konsorsium.

“Masuknya investasi pemerintah melalui PMN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku pemimpin konsorsium (leading consortium) kereta cepat Jakarta-Bandung bisa mempercepat penyelesaian pengerjaan proyek setelah sempat tersendat akibat pandemi Covid-19,” ujar Dwiyana dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Senin (1/11).

Selain itu, perusahaan juga mendapatkan komitmen pendanaan dari China Development Bank (CDB) diperkirakan sekitar US$4,55 miliar atau Rp64,9 triliun.

Dwiyana menerangkan 75 persen dari nilai proyek KCJB dibiayai oleh China Development dan 25 persen dibiayai dari ekuitas konsorsium. Dari 25 persen ekuitas dari ekuitas tersebut sebesar 60 persen berasal dari konsorsium Indonesia selaku pemegang saham mayoritas.

Artinya, pendanaan dari konsorsium Indonesia sekitar 15 persen dari proyek, sedangkan sisanya sebesar 85 persen dibiayai dari ekuitas dan pinjaman pihak China, tanpa jaminan dari pemerintah.

Kereta cepat Jakarta-Bandung masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun melalui kerja sama Indonesia dan China. Saat ini, progres pembangunan proyek kereta cepat sudah mencapai lebih dari 79 persen.(msn/fajar)