Romo Benny Pernah Dipukul Hingga Tak Sadarkan Diri

[PORTAL-ISLAM.ID] Romo Antonius Benny Susetyo sedang jadi perbincangan warganet terutama Umat Islam lantaran turut mencampuri MUI dengan pernyataannya yang tendensius dan provokatif.

Staf khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menuai kecaman luas karena ikut campur dalam persoalan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"MUI HARUS BERBENAH, JANGAN JADI SARANG KELOMPOK RADIKAL," tulis Romo Benny di akun resmi twitternya @susetyopr, Sabtu (20/11/2021).

Pernyataan Romo Benny ini menyusul ditangkapnya salah seorang anggota Komisi Fatwa MUI Dr. Ahmad Zain An-Najah oleh Densus 88.

Pernyataan Romo Benny ini sontak menuai kecaman luas Umat Islam karena sudah loncat pagar urusi agama orang lain.

"Orang kafir @susetyopr ini, selalu lompat pagar. Sejatinya orang seperti ini tak pantas di @BPIPRI. Kebencian ke Islam sudah mendarah daging. Tukang adu domba. Benny, nalarmu nyungsep!!!" ujar wartawan senior Edy A Effendi @mihrabku.

Warganet juga mengungkap jejak digital Romo Benny pernah dipukuli hingga tak sadarkan diri.

"Berita lama sih. Tapi ngelihat mukenya yang ngeselin. Pantes aja ada yang mukilin dia," kata akun @panca66 yang menshare berita detikcom (2008).

Romo Benny Susetyo Dipukul Hingga Tak Sadarkan Diri

Jakarta - Pastor Romo Antonius Benny Susetyo dianiaya oleh orang tidak dikenal. Kepala aktivis Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama (AKKBB) ini dipukuli hingga tidak sadarkan diri. Ia kini dirawat di ICU Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

"Menurut informasinya begitu (dianiaya)," ujar Andreas, kakak Romo Benny kepada detikcom, Selasa (12/8/2008).

Menurut Andreas, Romo Benny dianiaya pada Senin 11 Agustus 2008 malam dan langsung tidak sadar. Staf Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini baru sadarkan diri pukul 11.00 WIB tadi. "Romo barusan sadar. Sekarang sudah hampir mulai membaik," kata Andreas.

Andreas mengaku tidak tahu banyak tentang penganiayaan tersebut. "Saya tidak tahu persisnya. Yang penting pengobatannya jalan dulu," kata Andreas.