Perang Marash (Ottoman vs Prancis) Yang Dipicu Oleh Pelecehan Terhadap Muslimah

[PORTAL-ISLAM.ID]  Patung ini menggambarkan seorang laki-laki bernama Sütçü İmam dari Turki yang menembak seorang tentara Prancis yang mencoba menarik jilbab wanita muslim.

Sejarawan menilai peristiwa itulah yang memicu perang Marash, yaitu perang antara tentara Ottoman Turki dan Prancis pada 31 Oktober 1919.

Setelah Gencatan Senjata Mudros ditandatangani, Marash, Aintab dan Adana (Çukurova) berada di bawah pendudukan pasukan Inggris. Pada musim gugur 1919, Inggris menyerahkan kendali atas wilayah ini kepada Prancis, yang pada bulan Oktober memasuki Marash. 

Pada malam 31 Oktober, tiga wanita Muslim yang keluar dari pemandian umum (hamam) di jalan Uzunoluk didatangi oleh seorang tentara Prancis dan dilecehkan. 

Prajurit Prancis itu berusaha untuk membuka cadar para wanita itu dan berkata, "Ini bukan lagi tanah Turki, Anda tidak bisa berjalan-jalan dengan cadar di wilayah Prancis." 

Para wanita mulai berteriak dan meminta bantuan. 

Segera setelah itu, seseorang bernama Sütçü İmam menembak tentara Prancis dan membunuhnya.

Ketegangan yang dipicu oleh insiden ini meningkat secara bertahap dan menyebabkan pemberontakan bersenjata melawan tentara Prancis pada Februari 1920 (Pertempuran Marash).