LEMAH SEKALI MENTAL PEJABAT! Sebut Wapres Patung Istana, Presiden BEM Unmul Diperiksa Polisi

Sebut Wapres Patung Istana, Presiden BEM Unmul Diperiksa Polisi

Alangkah lemahnya politisi, pejabat, elit-elit parpol di negeri ini. Cuma gara-gara disebut patung istana saja panjang urusan.

Coba kamu cek di medsos, Tere Liye itu disebut anjing, babi, dkk tak terbilang. Juga diteriakin pakai alat kelamin, jorok sekali. Di twitter, wah, berkali-kali trending topics, dimaki-maki di sana. Oleh orang-orang yg bahkan tidak pernah baca bukunya, tdk pernah beli bukunya. Pokoknya mereka marah saja.... Gimana nanggepinnya? Santai saja, Kawan. Selow. Yang strong gitu loh.

Nah, kalau kamu politisi, pejabat, elit-elit parpol dimaki sama rakyat yg jelas-jelas bayar pajak, kok baper? Lagian kamu juga loh yg berebut pengin jadi pejabat. Juga buat PNS, ASN, polisi, tentara, kalau kamu dikritik, dimaki sama rakyat, diterima saja. Bukankah setiap pendaftaran jadi ASN dkk ini, jutaan yg daftar?

Lama-lama, isi negeri ini benar-benar munafik tingkat dewa. Di depan ngoceh bilang welcome dikritik, eh, di belakang beda dong. Fansnya lapor sana, lapor sini. Aparat kayak kurang kerjaan, langsung proses dll. Buat apa sih?

Lemah. Benar-benar lemah.

Nah, kalau kamu diteriakin 'patung istana', gampang loh solusinya. Pas sampai di kota tsb, pidato di kampus yg mahasiswanya kritik, bilang: 'Anak-anakku sekalian, saya sebagai patung istana mau bicara...' Dibuat lucu-lucuan saja.

Ini malah sebaliknya. Ngaku welcome dikritik, tapi... yg sopan dong, yang elegan dong, tahu tata krama dong, tahu kita itu ketimuran dong. Ambyar! Dengan kamu pakai tapi, tapi, tapi, syarat2 begitu, jelas sekali kamu tidak siap dikritik.

Kamu teh lupa, ini negara demokrasi. Dan salah-satu prinsip demokrasi, semua orang bisa bicara. Ini bukan kerajaan. Whaaat? Kamu merasa ini kerajaan? Pantes, anak cucu mantu, adik kakak, suami istri kamu jadi pejabat semua.

Langka sekali nemu politisi, pejabat di negeri ini, yg kalau dikritik, dia cuma tertawa. Bukan malah anak buahnya, aparat manggil! Nah, kalau kamu benar-benar siap dikritik, telepon itu polisi, mutasi semuanya, atau berhentikan semuanya, gara-gara telah memeriksa mahasiswa. Tunjukkan kamu memang siap dikritik.

(By Tere Liye)