Ini Alasan Uni Emirat Arab Tertarik Bantu Indonesia Bangun Ibu Kota Baru

[PORTAL-ISLAM.ID]  DUBAI - Pemerintah Uni Emirat Arab tertarik membantu Indonesia membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur. Minat tersebut disampaikan Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazrouei dalam Forum Bisnis Indonesia-Persatuan Emirat Arab pada Kamis, 4 November 2021 di Dubai.

“Pemerintah UEA memiliki minat tersendiri akan pembangunan ibu kota baru Indonesia. Di samping itu kami juga melihat minat dari sektor swasta UEA. Kami memerlukan bimbingan dari Presiden Jokowi dan jajaran menteri agar komitmen kami dapat terwujud dengan baik,” ucap Suhail dalam keterangan tertulis Kementerian Investasi, Minggu, 7 November 2021. 

Menurut Suhail, UEA ingin bekerja sama dengan Indonesia bukan hanya lantaran karakteristik negara yang besar dengan komunitas muslim terbesar. Namun, kata dia, Indonesia memiliki kapabilitas, sumber daya, serta posisi strategis di tatanan internasional.

Suhail pun menyatakan apresiasinya atas hubungan yang dekat antara pemimpin Indonesia dan UEA. Ia menyebut kedua negara sudah seperti saudara.

Adapun Indonesia mengantongi total komitmen investasi senilai US$ 44,6 miliar atau Rp 639 triliun dari forum bisnis di UEA. Pertemuan bisnis ini dihadiri oleh sembilan perusahaan di UEA yang sudah memiliki minat investasi ke Indonesia, baik untuk investasi baru maupun untuk perluasan.

Beberapa perusahaan menyampaikan komitmennya untuk menanamkan modal di Indonesia dengan menambahkan perjanjian business-to-business. Perusahaan-perusahaan itu ialah Al Dahra Group, Yas Holding, Emirates Global Alumunium, Damac Properties, dan AMEA Power.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam sambutannya menyampaikan ada tiga sektor pembangunan yang bisa dijadikan prioritas kerja sama antara Indonesia dan UEA. Di antaranya pembangunan ibu kota baru Indonesia, investasi bidang transisi energi, serta perdagangan melalui kerja sama Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapannya untuk menyambut investasi dari UEA. “Dalam rangka melakukan respons cepat untuk mewujudkan konsep investasi bersama antara Indonesia dan UEA, kami telah diperintahkan mengurus seluruh hal terkait perizinan dan fasilitasi lain yang dibutuhkan investor UEA di Indonesia,” ujar Bahlil.

Duta Besar Indonesia untuk UEA, Husin Bagis, sebelumnya mengatakan Putra Mahkota Abu Dhabi Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan juga konsisten membantu Indonesia untuk pembangunan ibu kota negara. Namun belum dapat dipastikan besaran nilai bantuan yang akan digelontorkan.

"(Abu Dhabi) Tetap akan membantu Indonesia, dan mudah-mudahan nanti pada waktu pertemuan 3 November akan ada juga kebijakan tentang hal itu," kata Husin Bagis, akhir minggu ketiga Oktober lalu.

Putra Mahkota Abu Dhabi itu sebelumnya disebut-sebut akan menjadi pemimpin Dewan Pengarah Ibu Kota Baru Indonesia. Dewan pengarah beranggotakan CEO Softbank Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair.[Tempo]