Heboh Cuitan Fadli Zon Sindir Jokowi Motoran Saat Banjir Sintang Sudah 3 Minggu, Ini Data dan Faktanya

[PORTAL-ISLAM.ID]  Banjir Sintang, Kalimantan Barat, menjadi trending topic di Twitter usai Fadli Zon membuat cuitan untuk menyindir Presiden Jokowi. 

"Luar biasa Pak. Selamat peresmian Sirkuit Mandalika. Tinggal kapan ke Sintang, sdh 3 minggu banjir belum surut," kata Fadli Zon di twitter.

Berdasarkan data Pemkab Sintang, banjir memang sudah berlangsung selama tiga minggu.

Hal ini diungkapkan Plh Sekda Sintang, Yosepha Hasnah saat rapat Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung, dan Tanah Longsor Kabupaten Sintang.

“Banjir yang melanda Kabupaten Sintang sejak 23 Oktober 2021 hingga 12 November 2021. Sudah 21 hari banjir terjadi, belum ada tanda akan surut secara signifikan,” kata Yosepha.

“Kawasan perhuluan seperti Serawai, Ambalau, Kayan Hulu, dan Kayan Hilir sedang banjir besar. Jadi kita wajib waspada, karena informasi BMKG dan BNPB bahwa puncak La Nina pada Januari Februari 2022 mendatang,” sambungnya.

Oleh karena itu, Yosepha meminta semua OPD yang terkait untuk menyiapkan data dengan baik. Misalnya Dinas Perkim menyiapkan data jumlah rumah ibadah, fasilitas umum dan rumah warga yang terdampak banjir. “Terus juga OPD lain. Siapkan data dengan baik,” pesan Yosepha.

Kapolres Sintang yang juga Wakil Penanggung Jawab Lapangan Satgas Bantingsor, AKBP Ventie Bernard Musak meminta ada update data setiap hari korban banjir.

“Tampilkan perbandingan data setiap hari yang memang sangat dinamis. Data pasti naik dan turun. Kami sudah sepakat, data Polsek, Koramil dan Kecamatan harus satu data,” terangnya.

Kapolres juga mengungkapkan adanya informasi masyarakat sulit menarik uang di ATM yang banyak terendam banjir.

“Cari uang cash susah. Soal lalu lintas di Lintas Melawi, dilayani 4 tronton. Mudah-mudahan bisa lancar. Kondisi jalan di Lintas Melawi sudah banyak rusak, pembatas jalan juga sudah patah dan bergeser,” ungkapnya.

Saat ini, total warga terdampak banjir mencapai 140.468 jiwa di 12 Kecamatan termasuk 35.117 unit rumah yang terendam. Sedangkan, terdapat tiga orang korban meninggal karena banjir berkepanjangan ini.

Tercatat, 12 kecamatan yang terdampak adalah Kayan Hulu, Kayan Hilir, Binjai Hulu, Sintang, Sepauk, Tempunak, Ketungau Hilir, Dedai, Serawai, Ambalau, Sei Tebelian dan Kelam Permai.

Kecamatan Sintang sebagai kecamatan terparah saat ini masih terendam sekitar 30 cm hingga 2 meter di area jalan protokol dan sekitar 2-3 meter di area bantaran sungai.