HAMAS: 4 Tentara Israel Tak Akan Lihat Matahari Sampai Tawanan Palestina Dibebaskan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah, kembali menegaskan, empat tentara penjajah Israel yang disandera dan ditawan oleh Brigade Al-Qassam di Jalur Gaza tidak akan melihat matahari sampai para tawanan Palestina dibebaskan.

Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam Forum Internasional Arab untuk Mendukung Tawanan dan Tahanan Palestina, seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Ahad (28/11/2021).

Petinggi Hamas ini juga menegaskan, masalah-masalah utama kerja gerakan yang menjadi pijakan bergerkannya yang pertama adalah mendukung perjuangan mereka untuk penyediaan hidup bermartabat di dalam penjara. Sedangkan yang kedua adalah bekerja untuk membebaskan mereka secara penuh dari penjara pendudukan Israel.

Haniyah menunjuk kepada keberhasilan Hamas dalam membebaskan seribu lebih tawanan melalui kesepakatan pertukaran “Wafaa Al-Ahrar”, yang menegaskan bahwa penjajah Israel dengan terpaksa harus memberikan apa pun.

“Apa yang terjadi sebelum pertermpuran Saif al-Quds tidak seperti apa yang terjadi setelahnya. Pertempuran ini menempatkan kawasan sebagai jalan menuju berakhirnya pendudukan mangakhiri konflik bersejarah dengan proyek Zionis di tanah Palestina,” tambahnya.

Haniyah juga memperingatkan terhadap proses normalisasi yang sedang berlangsung, yang bertujuan untuk membangun keamanan dan aliansi militer di kawasan di mana pendudukan Israel menjadi dipertuan. Di menyesalkan penyambutan kunjungan Menteri Terorisme Zionis ke Maroko dan penandatanganan perjanjian keamanan dengan Maroko. Dia mengatakan, “Ini adalah hal yang menyakitkan dan disayangkan.”

Mantan Perdana Menteri Palestina ini juga menyinggung keputusan Inggris yang memasukkan Hamas ke dalam daftar teroris. Dia menjelaskan bahwa motif keputusan ini adalah untuk mendukung penjajah Zionis di tengah kerapuhan yang dideritanya di berbagai tingkatan, serta upaya untuk menahan solidaritas yang tumbuh. dan meningkatnya dukungan pada isu perjuangan Palestina dan perlawanan rakyat Palestina.

Sumber: PIP