GARUDA dan GERINDRA

GARUDA dan GERINDRA

Aset Garuda tercatat 10,5 Milyar dolar alias Rp147 triliun. Sedangkan hutangnya mencapai Rp140 Triliun dengan hutang yang jatuh tempo tahun ini harus dibayar adalah Rp70 Triliun.

Liat perbandingan aset dan hutang kok jadi semriwing, dimana aset dan jumlah hutang hampir sama besarnya. 😁

Bisnis penerbangan masih dianggap bagus dan masih ada potensi berkembang. Ketika Garuda dinyatakan pailit alias bangkrut, pastinya banyak investor asing melirik Garuda untuk mereka miliki. Nama Garuda sudah mendunia, pernah jadi maskapai terbaik dunia walaupun bukan urutan pertama.

Atas dasar itulah banyak pihak yang menentang rencana ekstrem penyelamatan Garuda. Situasi penjualan BUMN kembali menghantui, publik takut apabila pemerintah mengambil langkah cepat namun gegabah dengan melepas kepemilikan Garuda.

Prabowo sendiri dalam kesibukannya, masih sempat memberi pesan pada kader2nya, khusus pada kader yang duduk di DPR. Sebagai partai nomor 3 yang memperoleh kursi terbanyak di DPR, Prabowo ingin kadernya memperjuangkan untuk mempertahankan Garuda apapun caranya.

Menarik kalau mau dibahas....

Jika masalah Garuda sebesar ini, lalu apa opsi yang bisa selamatkan Garuda?

Opsi pertama pastinya merombak besar-besaran manajemem dan membuang pos-pos yang memakan banyak anggaran namun minim hasil. Manajemen lama Garuda sudah sepatutnya dicabut sampai ke akar, untuk memberi napas dan energi baru bagi Garuda dalam upaya penyelamatan.

Opsi ke-2 meminta BPK, KPK, Kejaksaan serta kepolisian bersinergi mengaudit dan mengusut kebocoran-kebocoran anggaran Garuda yang luar biasa boronya. Hal ini bisa terjadi asal tidak ada aksi kepentingan dan perlindungan pada pihak-pihak yang bertanggung jawab di Garuda.

Opsi ke-3 melakukan restrukrturisasi hutang yang jatuh tempo. Hutang Garuda banyak terjadi di Perbankan nasional. Pemerintah bisa meminta perpanjangan tenor dan pengurangan bunga hutang pada bank-bank nasional yang umumnya adalah bank milik BUMN.

Opsi ke-4 mengkonversi hutang menjadi kepemilikan saham di Garuda. Hal ini pernah terjadi sebelumnya pada Krakatau Steel 2019 lalu.

Jika opsi-opsi diatas berjalan mulus, maka opsi ke-5 bisa langsung diterapkan untuk membuat kedekatan Garuda dan masyarakat. Yaitu menerapkan tarif murah bagi masyarakat seperti apa yang dilakukan oleh Lion Air.

Pak Muzani selaku Sekjen Gerindra sampai mengucapkan kader Gerindra siap iuran untuk meringankan beban Garuda. Ucapan untuk mengajak peduli pada masalah yang dihadapi Garuda. Karena bicara Garuda sama saja dengan bicara sejarah bangsa, dimana Garuda merupakan ikon negara kita yang dijadikan lambang negara dan menjadi brand penerbangan yang telah mengukir namanya di kancah international.

Dengan opsi-opsi diatas, Insya Allah Garuda bisa diselamatkan dan pesan Prabowo pada para kader agar Fight mempertahankan Garuda bisa terealisasi.

Wajar apabila Prabowo meminta perjuangkan Garuda agar bisa bertahan. Karena Garuda dan Gerindra itu identik 😁. Dan Prabowo sendiri paling membenci jika aset bangsa sampai terbengkalai atau lepas ke pihak ke-3.

(Setiawan Budi)