Cerita Gatot Tagih Hutang Rp1,5 Triliun ke Jokowi, Saksinya JK: Kalau tidak..

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gatot Nurmantyo mengungkapkan dinamika proses dia diganti oleh Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI. Gatot mengatakan begitu tahu Presiden Jokowi mengirimkan surat calon tunggal Marsekal Hadi ke DPR sebagai penggantinya, Gatot menemui Jokowi di Istana Bogor. Dalam pertemuan itu Gatot tagih hutang ke Jokowi soal kewajiban pemerintah Rp1,5 triliun kepada TNI. Saksinya ada kok saat itu yaitu Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Gimana ya momen itu terjadi dan kenapa bisa sih pemerintah berhutang kepada TNI sampai Rp1,5 triliun? Yuk simak kisah Gatot soal dinamika pergantian Panglima TNI di zamannya yuk Sobat Hopers.

Gatot tagih Jokowi hutang Rp1,5 triliun

Gatot menceritakan soal dia menagih Presiden Jokowi soal hutang pemerintah kepada TNI itu dalam sebuah wawancara khusus majalan Forum Keadilan edisi Oktober 2021.

Mantan Pangkostrad itu mengatakan langsung saja nembak Jokowi agar pemerintah menyelesaikan hutang tersebut begitu dia tahu Presiden mengajukan Marsekal Hadi sebagai calon Panglima TNI. Kalau tidak segera dilunasi, maka TNI akan kekurangan anggaran. Dia mengatakan pertemuan di Istana Bogor itu ada kok saksinya yakni JK.

“Ada pak JK di situ. Saya sampaikan Pak Presiden saya berterima sudah diberi kesempatan sebagai Panglima TNI selama dua tahu lebih dan bapak sudah mengajukan Pak Hadi sebagai pengganti saya. Saya hanya menyampaikan bahwa pemerintah berhutang kepada TNI 1,5 triliun. Mohon dilengkapi kalau tidak, ada anggaran-anggaran yang terpakai untuk ini,” kata Gatot menceritakan momen itu.

Dia menjelaskan hutang tersebut adalah untuk membiayai operasional Operasi Penyekatan Marawi. Gatot menjelaskan operasi ini mencegah pelarian dari Filipina Selatan masuk ke Indonesia.

Cepat serah terima jabatan

Nah selain menagih hutang triliunan itu, Gatot waktu minta kepada Presiden Jokowi untuk segera saja melantik Marsekal Hadi sebagai Panglima.

Gatot nggak ingin lama-lama pelantikan Panglima TNI penggantinya. Sebab belajar dari pengalaman dia saat menggantikan Jenderal Moeldoko sebagai Panglima TNI, proses serah terima jabatan dari Jenderal Moeldoko kepadanya itu molor hampir sebulan.

Makanya kata Gatot, dia langsung saja serah terima jabatan Panglima TNI ke Marsekal Hadi. Jadi Marsekal Hadi dilantik oleh Presiden Jokowi pada Jumat 8 Desember 2017 dan pagi harinya Gatot putuskan serah terima jabatan.

Pelantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 83 TNI Tahun 2017, tanggal 8 Desember 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia. Dilanjutkan penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh Presiden RI Joko Widodo kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.[hops]