Azwar Siregar: Islam Munafik Ala Permadi Arya Ini Lebih Berbahaya

ISLAM MUNAFIK

Oleh: Azwar Siregar


Saya sebenarnya tidak terlalu perduli apa agama dan keyakinan si Permadi Arya ini. Jadi dia mau beragama apa saja, atau bahkan kalau memilih tidak beragama sekalipun itu adalah haknya.

Cuma ada dua hal yang saya sorot. Dan ini saling berkaitan.

Pertama, si Permadi mencampur-adukkan keimanannya adalah urusan dia. Tapi saya membaca komentar-komentar yang menganggap "ibadah campur-sari" ala Nyemot ini adalah bentuk "Toleransi Tingkat Tinggi".

Saya jadi bingung. Sejak kapan makna Toleransi berubah dari "sikap menghargai atau menghormati" menjadi "sikap mengikuti atau mencampur-baurkan ritual ibadah antar agama".

Kesalah-pahaman memaknai Toleransi akan mengakibatkan konsekuensi yang sangat fatal dan cukup serius. Karena kelak, misalnya Muslim yang tidak mau nyanyi di Gereja akan dianggap Intoleran. Sebaliknya Kristiani yang azan di Masjid akan dianggap sosok Toleran Panutan.

Jadinya ritual ibadah khususnya di dalam Islam yang begitu ketat dan aturannya langsung dari Tuhan akan dilonggarkan demi alasan Toleransi.

Saya kurang paham dengan agama lain. Tapi Agama Islam memang mengatur secara rinci proses ibadahnya. Contohnya mau Sholat wajib Wudhu. Syarat berqurban wajib muslim. Akibatnya banyak Umat Non Islam yang salah paham. 

Contohnya ada sahabat Non Muslim yang mengeluh karena Hewan Qurbannya ditolak. 

Dasar utama Islam juga adalah tauhid. Dan satu-satunya dosa yang tidak terampuni adalah syirik. 

Nah, ketika si Permadi Arya melakukan ritual agama lain, berarti dia melakukan syirik. 

Dan kesyirikan ini dianggap sebuah Toleransi Tingkat Tinggi?

Dimana semua Pembesar NU dan Banser (karena orang itu selalu mengaku NU dan Banser) ketika si Permadi Arya melakukan dosa yang tidak ada ampunannya?

Hal kedua yang saya sorot adalah Proses Pembusukan Islam lewat Islam Munafik.

Orang munafik jauh lebih berbahaya daripada orang non muslim. Sahabat Munafik jauh lebih berbahaya daripada Musuh. Musuh akan membangkitkan kewaspadaan sementara orang munafik akan membusukkan dari dalam. 

Keberadaan orang munafik seperti si Permadi yang mengaku-ngaku Muslim akan menjadi Amunisi bagi kelompok Islamphobia untuk menyerang Islam. 

Karena model si Permadi bukannya akan membela martabat Islam, tapi malah akan ikut nyinyir dan melecehkan Islam.

Kalau mau contoh lebih besar, kita ambil di Turki. Dulu proses sekularisasi di Turki bisa sukses karena Kemal Attaturk adalah Islam (Minimal di KTP). Seandainya si Kemal bukan Muslim, saya yakin umat Islam di Turki akan kompak melawannya.

Tapi karena dia juga Islam (KTP), umat Islam di Turki lebih mudah terpecah-belah.

Sama saja dengan kondisi di Negara kita sekarang. Sebagian umat Islam bisa diinjak-injak oleh Penguasa karena ada Ormas Islam besar yang Pengurusnya jadi Keset Kekuasaan. 

Ulama-ulama bisa dikriminalisasi karena ada sebagian Ulama yang dekat dan jadi bemper Kekuasaan. Ada sebagian Ulama yang jadi tukang tadah uang bisyarah. Ada Kelompok Umat yang bisa lebih bersahabat dengan Umat beragama lain tapi justru selalu curiga dan bersikap bermusuhan dengan sesama muslim hanya karena beda Ormas.

Ada Kelompok Ormas yang sigap dan aktif menjaga Rumah Ibadah agama lain, tapi malah membubarkan pengajian.

Kelompok-kelompok munafik seperti diatas yang justru yang menjadi racun bagi persatuan Umat Islam. 

Untuk melihat dan mengetahui orang munafik sebenarnya sangat mudah. Tinggal lihat siapa yang selalu dipuja dan dipuji orang-orang yang anti Islam, maka orang itu adalah orang Munafik.

Jadi berhati-hatilah kalau anda atau kelompok anda disukai oleh orang-orang yang anti Islam. Karena tanpa sadar sebenarnya anda atau kelompok anda adalah bagian dari orang munafik!

(fb, 18/11/2021)