Tere Liye: 'Tipu-tipu' Saja, Ngapain Vaksin Kalau Masih Harus PCR

'Tipu-tipu' saja

Kalau nanti betulan PCR jadi 300.000, maka kesimpulannya bukan bahwa pemerintah peduli, dan mereka sukses menurunkan harga.

KESIMPULANNYA adalah: bahwa selama ini margin keuntungan PCR itu gilaaaak! Dari 1,5 juta, turun jadi 900.000, turun lagi jadi 500.000, dan turun lagi jadi 300.000. Mudah saja diturunkan toh? Mudaaah banget. Artinya bisnis test test ini masih untung besar.

Jadi, ehem, berapa sih sebenarnya modal test ini? Asumsi jika test per hari 50.000 saja, berapa sih real modalnya? Jangan-jangan cuma 2-3 dollar saja. 

Jadi berhentilah 'tipu-tipu', Kawan. 

Di negara lain, siapapun yang sudah fully vaccinated, tidak perlu lagi test apapun untuk melakukan perjalanan DOMESTIK. Mau pesawat, mau odong-odong, cukup vaksin 2x. Kamu doang yang maksaaa banget tetap harus test, test. Coba kamu lihat data dan fakta negara orang. Jangan cuma sibuk dengan kekeraskepalaan kamu. CDC AS misalnya, memangnya lembaga mereka abal-abal? CDC AS itu tidak goblok saat membuat peraturan itu. 

Untuk keperluan perjalanan domestik, vaksin 2x itu lebih dari cukup sebagai syarat. Nah, kecuali jika perjalanan ke LN, baru silahkan kamu test, karantina, dll.

Terakhir, daripada kamu sibuk ngurus PCR, coba cek deh data vaksinisasi per hari? Cek seminggu, sebulan terakhir, tembus 2 juta per hari? Atau ehem, cuma 900.000- 1.200.00 doang? Cek deh, Kawan. Lihat yang detail data seminggu terakhir, sebulan terakhir. Dulu gaya sekali bilang target sekian-sekian. 

Indonesia itu fully vaccinated baru 33-an persen. Dengan kamu sibuk PCR melulu, itu vaksin jadi tidak ada harganya. Tidak penting. Ngapain repot-repot vaksin 2x, toh tetap harus test, test segala. Rempong.

(By Tere Liye)

*fb