Tanggapan Buat Sherina DKK, Jangan Karena 1 Anjing Dibunuh di Aceh Lalu Kalian Kaitkan Wisata Halal dan Penerapan Syariat Islam Aceh

[PORTAL-ISLAM.ID] Ada 2 tanggapan untuk Sherina DKK yang redaksi posting disini. Yang pertama dari orang Aceh Sayid Fadhil Asqar (di fb) dan yang kedua dari Bung Iyut @kafiradikalis (di twitter).

(1) Tanggapan dari orang Aceh, Sayid Fadhil Asqar terkait anjing yang viral yang ditulis di akun fbnya (23/10/2021):

Sedang ramai di twitter dan media, soal anjing bernama Canon, yang mati ketika ditangkap satpol PP.

Lalu jadi blunder ketika cela dan kritikan dikaitkan dengan wisata halal atau penerapan syariat Islam di Aceh.

Padahal, ceritanya ga sebatas itu. Ada permasalahan diawalnya. Dari anjing itu sering berkeliaran di area beberapa tempat wisata, menjilati wadah makanan dan barang-barang, pemiliknya yang (kabarnya) sulit diajak berkomunikasi dengan kondisi itu, dan lainnya.

Tapi begitulah, tidak semuanya diangkat, sehingga akhirnya penghakiman ala netizen juga melebar kemana-mana. 

Saya mencari, dan menemukan video ketika Canon ditangkap. Lalu dari beberapa sosmed artis seperti Sherina ada keterangan soal Canon dimasukkan keranjang, ditutup terpal, dilakban terpalnya. Dan kemudian diduga mati karena kepanasan saat dibawa.

Terlepas dari bagaimana kejadian sebenarnya (karena viralisme media kita sering mengaburkan data), saya mengutuk keras penyiksaan hewan. Tapi jujur, saya juga belum mampu berbuat banyak. Semoga ada kejelasan. Meskipun gimana awalnya. Terbayang sedihnya pemilik Canon. Teringat sedihnya saya ketika beberapa kali kehilangan kucing peliharaan kami.

Lalu tentang kejadian Canon. PENDAPAT SAYA BEGINI:

1. Jujur saja di banyak daerah sepertinya belum ada SOP soal penanganan hewan liar atau hewan yang ditangkap. Jadi ini bisa jadi PR besar buat semuanya. 

2. Di banyak daerah belum ada petugas khusus yang menangani penangkapan hewan sesuai dengan standar perlindungan hewan, jadi sangat mungkin terjadi kesalahan dalam penanganan.

3. ADIL dalam bersikap wahai para seleb. Karena bila kejadian Canon kalian komentari, komentari juga hal beberapa daerah yang menjual dan mengkonsumsi Anjing (juga kucing) semisal di Solo. Setahu saya kota ini banyak ditemukan warung yang menjual olahan daging Anjing: Rica-rica Anjing, Sate Gukguk, dll. Atau di Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi Utara, yang kabarnya juga ada.


4. Jangan mengaitkan perilaku oknum dengan agama Islam, karena sebenarnya banyak perilaku yang bawa-bawa agama, tapi justru bertentangan dengan agamanya. Contohnya, dalam Islam, anjing itu haram dan najis, tapi tidak dibolehkan menyakiti dengan semena-mena.

5. Sumpah, soal tindakan semena-mena, banyak manusia yang juga mengalaminya. Komentari juga. Jangan karena mereka manusia, bukan anjing, lalu tidak dikomentari. Di Palestina misalnya. 

Udah itu aja.

Saya gak ngetag artisnya, atau akun sosmednya. Juga ga komen disosmed mereka. Rasanya ga guna aja.

Malas juga berurusan sama fans yang seringnya sudah punya rukun iman ke-7, beriman ke idolanya.

(Sayid Fadhil Asqar)

***

(2) Tanggapan dari Bung Iyut @kafiradikalis: