"MENGHUKUM" PRABOWO SUBIANTO

"MENGHUKUM" PRABOWO SUBIANTO

Oleh: Azwar Siregar

Ditagging bro Kang Bi di Tulisan Iyyas Subiakto yang direshare Jokower lainnya.

Inti dari tulisan tersebut adalah pandangan dan sikap dari mayoritas Jokower yang diam-diam kecewa terhadap Pak Prabowo.

Selama ini mereka berharap, ketika Pak Prabowo dengan berbesar hati bergabung dengan Rezim Pak Jokowi, maka Pak Prabowo akan menjadi bagian dari mereka.

Ternyata mereka kecewa. Pak Prabowo tetaplah Prabowo Subianto. Sosok Nasionalis yang tidak akan pernah menikam lawan dari belakang. Apalagi kawan atau mereka-mereka yang sudah merasa menjadi "bekas kawan".

"Kita Tidak Akan Pernah Memilih Prabowo," teriak para Jokower kelas Comberan.

Tentu saja yang saya maksud Jokower kelas Comberan adalah manusia-manusia dungu yang selama ini menikmati politik pecah-bambu yang dilakukan Rezim Pak Jokowi. Disatu sisi mengangkat Umat Islam Nusantara (entah aliran apa ini) tapi disisi lain menginjak Umat Islam yang tidak mendukung dia.

Selama ini Jokower Kelas Comberan diam-diam berharap, begitu Pak Prabowo bergabung jadi Menhan, maka beliau akan berubah jadi monster yang akan menggebuk eks pendukung-pendukungnya. Khususnya Kelompok yang selama ini dilabeli sebagai Kadrun atau Taliban.

Saya tahulah. Ketika sebagian sahabat-sahabat saya berubah menjadi Anti Prabowo. Di Media Sosial selalu menjelek-jelekkkan, bahkan sebagian dari mereka merasa perlu membuat Akun yang didedikasikan untuk mencaci-maki Pak Prabowo setiap hari.

Para Jokower Kelas Comberan ini bertepuk tangan. Ikut senang. Berharap Pak Prabowo akan marah dan menggebuk mantan-mantan Pendukungnya. Minimal melaporkan atau memerintahkan orang-orang Gerindra untuk melapor ke Polisi.

Ternyata Jokower Kelas Comberan salah menganalisa. Jiwa iblis dan pikiran sesat mereka salah menilai orang. Bukan cuma tidak melaporkan ke Polisi. Bahkan Pak Prabowo lebih memilih tidak menanggapi. Pak Prabowo lebih memilih fokus memperbaiki Alutsista dan sistem Pertahanan NKRI. Sekarang sistem Pertahanan dan Tentara Kita semakin membaik dan semakin disegani negara-negara lainnya.

Terlepas dari Perjalanan Sejarah beliau. Misalnya dianggap sebagai Penjahat HAM. Saya cuma tertawa. Karena justru Sosok Prabowo adalah Prajurit yang sangat Nasionalis. Kalaupun perjalanan hidupnya sangat keras, karena beliau adalah Militer Lapangan. Pak Prabowo adalah sosok Prajurit Tempur. Bukan Tentara dibelakang Meja. Atau sos-sok Tentara Lapangan tapi disuruh terjun payung langsung kencing di celana.

Lebih lucu lagi kalau masa Pilpres lalu "Kekerasan" beliau dihadap-hadapkan dengan sosok Pak Jokowi. Lha, satu militer dan satu sipil. Beda lapangan.

Coba dibandingkan beliau dengan misalnya si Kumis Sikat Toilet. Mantan Jenderal yang dipuja-puji setinggi langit oleh Jokower. Orang itu tubuhnya penuh dengan cipratan darah rakyat jelata.

Jadi kalau Jokower Kelas Comberan menyatakan "Tidak akan memilih Prabowo", maka Jokower yang lebih berpendidikan, minimal bukan genk kotak-kotak, atau kita sebut Jokower Garis Lurus, justru mulai menyadari dan membuka pikiran dan menilai positif Sosok Prabowo Subianto.

Tapi ya sudahlah. Kalau kita tetap memutuskan untuk menghukum Pak Prabowo. Monggo dilanjutkan. Para Jokower Kelas Comberan sudah memutuskan sikap. Sama dengan sikap sebagian dari kita. Jadi mungkin sebenarnya sebagian dari kita yang justru menyebur ke Kolam.

Karena pepatah mengatakan. Asam di Gunung, Ikan di Lautan. Akhirnya bertemu di kuali yang sama.

Jadi Cebong di Kolam, anti Cebong di Darat. Akhirnya bertemu dikebencian yang sama. Sama-sama Anti Prabowo!

(*)