"MEMBAKAR KPK" Dengan Informasi Para Mantan

"MEMBAKAR KPK" Dengan Informasi Para Mantan

Dulu saat PSSI digoyang isu mafia, banyak masyarakat yang inginkan PSSI agar dirombak abis. Prestasi timnas yang mengkeret, kinerja jajaran pengurus PSSI pun amburadul.

Ada mafia dalam PSSI yang bisa atur skor. Dan akhirnya PSSI pun dibekukan oleh FIFA karena konflik pengurus dan pemerintah.

Pembekuan PSSI oleh FIFA malah disyukuri oleh masyarakat pecinta bola, dengan harapan setelah hukuman berakhir PSSI bisa mendapatkan pengurus baru yang akan memperbaiki PSSI dan membuat prestasi timnas kita.

Banyak mantan-mantan pengurus membongkar kebusukan pengurus PSSI dalam pengaturan skor dan adanya mafia yang bisa mempermudah hukuman bagi klub bandel asal bisa menyuap komdis.

Mereka membongkar untuk sebuah perbaikan. Mereka orang dalam yang sangat mengetahui bagaimana mafia itu bebas berkeliaran dari satu meja ke meja lainnya untuk melobi dan tertawa bersama.

Setali tiga uang dengan PSSI, KPK pun saat ini sedang mengalami kemunduran karena diberhentikannya 57 pegawai yang berdedikasi tinggi.

Para pegawai ini diberhentikan dan seharusnya kita gak perlu menangisi atau mengecam KPK. Justru kita harusnya berterima kasih pada pejabat KPK, karena telah memberikan peluru untuk menembak mereka satu persatu

Novel cs bukanlah pegawai biasa. Ditangan mereka lah pengungkapan kasus terjadi. Dari pengungkapan itu, pasti ada rahasia-rahasia yang belum terpublikasikan.

Kita ingin tau ada apa dengan kasus-kasus yang pernah menyeret nama pejabat, namun berjalan senyap dan hilang.

Ada kasus eKTP, ada kasus sumber waras, ada kasus wisma atlet, ada kasus harun masiku, ada kasus Aziz Syamsudin yang mempunyai grup mafia di KPK, ada kasus pengadaan bus Jakarta yang membawa nama presiden saat ini.

Kita ingin Novel cs menjadi whistle blower yang membongkar bobrok KPK dalam pengungkapan kasus. Kita harapkan keterangan mereka bisa menghancurkan KPK era ini, untuk esok kita kembali memperbaikinya dengan pejabat yang baru.

Siapa tau KPK esok bersama presiden baru, justru Novel yang menjadi ketuanya. Bayangkan andai Novel menjadi ketuanya, bakalan apa yang dia lakukan pada orang-orang yang telah terlindungi oleh tangan kuat pemegang kekuasaan saat ini?

Saya mendukung pemberhentian Novel dari tempat yang kita ragukan independensinya. Mendukung pemberhentian Novel dengan harapan ia menjadi corong yang akan membakar KPK era Firli dengan informasi yang belum pernah terpublikasikan.

Ini yang dinamakan membakar KPK dengan orang dalam sendiri. Seperti kisah Bandung lautan api, Novel pun bisa melakukannya untuk membuat KPK esok menjadi garda terdepan dalam pemberantasan korupsi tanpa ada pilih-pilih kasus untuk melindungi tokoh-tokoh yang telah menjadi sorotan.

(By Setiawan Budi)