Kasihan Kyai Said Aqil... PT KAI Rugi, Jadi Sasaran Bully

PT KAI (Persero) mencatat kerugian mencapai Rp 15,9 miliar pada kuartal I 2021. Tak hanya itu, dalam 3 bulan pertama tahun ini, PT KAI mengalami penurunan pendapatan dari Rp 5,3 triliun pada kuartal 1-2020, menjadi Rp 3,4 triliun. Kinerja Said Aqil yang diangkat pada Maret 2021 sebagai Komisaris KAI disorot, Said Aqil menjadi bahan bulan-bulanan warganet di twitter. 

Ulama kalau sudah memegang jabatan publik dengan menerima gaji bulanan, maka kritikan padanya bukan lagi dianggap melecehkan atau merendahkan status ulamanya.

Bukan lagi seorang ulama ketika namanya ditempatkan pada jabatan yang menuntut kinerja. Dari kinerjanya itu, ada reward berupa gaji yang didapatkan. 

Saat kerjanya dianggap gak benar, ya beginilah jadinya. Ditanya ngapain aja disana?

Jangan karena nama besar seorang ulama, lalu embat semua tawaran padanya. Yang merendahkan status ulama itu bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri yang gak mengukur kemampuan dan kecakapan diri. 

Kalau ahli di bidang agama, maka totalitas lah di bidang tersebut tanpa pamrih dengan tujuan mencerdaskan umat. Kalau status ulama hanya dijadikan anak tangga buat menyasar jabatan lebih tinggi dan berharap upeti atas jabatan itu, jadinya begini...

Latah mengisi jabatan padahal dia sendiri gak memahami apa yang seharusnya dilakukan. Walaupun kasusnya bukan menjadi tanggung jawab dirinya semata, tetap aja kinerjanya dipertanyakan. 

Kalau dah begini, mo apa lagi...kasihan sih. 

(By Setiawan Budi)