Fakta Kemal Ataturk Terkena Azab Sebelum Kematiannya

Jurnal ini bisa menjadi penyeimbang Disinformasi oleh Mafindo Tentang Kematian Mustafa Kemal Ataturk.

Berikut ini penelitian tentang biography medis Mustafa Kemal Atatturk oleh Prof. E Elif Vatanoglu-Lutz, İnci Hot, Mustafa Çoban dengan judul “What do we know about the medical biography of Kemal Atatürk (1881–1938)?

Yeditepe University Medical Faculty, Medical History and Ethics. Department, Istanbul, Turkey


Saya akan mengutip beberapa point penting pada paper sejumlah 7 halaman ini, bagi yang berminat nanti saya share versi PDF nya.

Pada pengantarnya penulis memfokuskan ada dua publikasi yang dilakukan pada tesis PhD ini tentang penyakit terminal dan sebab kematiannya, dan penyakit yang pernah dialami oleh Ataturk. Yang semuanya ini sangat sensitif dan diproteksi secara ketat kerahasiaannya.

“Ataturk and, after his death, his close circle warned his doctors and especially his personal private doctor, Professor Dr Neset Omer Irdelp (1882–1948), not to write about their observations, memories and clinical information.”

(Ataturk dan, setelah kematiannya, lingkaran dekatnya memperingatkan para dokternya dan terutama dokter pribadinya, Profesor Dr Neset Omer Irdelp (1882-1948), untuk tidak menulis tentang observasi/pengamatan, ingatan, dan informasi klinis.")

Kesehatannya mulai terganggu diawali dua kali terkena serangan jantung, pada tahun 1923 dan 1924, pada tahun 1927 Mustafa Kemal mengalami gangguan serupa dan memanggil para dokternya dan meminta serangan kesehatannya ini tidak dipublikasikan.

Tahun terakhir Mustafa Kemal fisiknya berubah wajah menjadi pucat, rambut pirang keemasannya menjadi abu-abu dan tangannya menjadi warna lilin.

Tahun 1937 di Florya, urinnya berdarah dan dia mengalami gatal – gatal dan hidungnya berdarah, yang menyebabkan gatal diidentifikasi karena ada gigitan semut tetapi gejalanya berkembang.

Pada tahun yang sama Mustafa Kemal kondisinya semakin parah, dia didiagnosa mengalami hepatitis terkait alcohol, tapi Ataturk menolak laporan tersebut dia berkata ‘I have been using alcohol for a very long time. Nothing has happened. You should find another reason for my illness’ (Saya telah menggunakan alkohol untuk waktu yang sangat lama. Dan tidak terjadi apa-apa. Anda harus menemukan alasan lain untuk penyakit saya).

Tentang sebab dia sering minum alkohol sejak muda dibantah pada jurnal ini. Informasi ini dapat ditemukan di dua buku berbeda; penulis satu buku adalah teman sekelasnya Ali Fuat Cebesoy. Ataturk tidak minum alcohol pada hari kerja tetapi setiap akhir pekan dia dengan temannya suka pergi ke Beyoglu, bagian terkenal Istanbul yang penuh bar dan pub. Kemudian, selama kehidupan militernya, dia tidak pernah minum alkohol saat dia memimpin tentara. Pasca perang Mustafa Kemal baru memulai peminum alkohol. Kabar dia menjadi peminum berat juga dbantah oleh pembantunya.

Tahun 1938 Mustafa Kemal didiagnosa terkait sirosis yang disebabkan kecanduan alcohol. Setelah itu Mustafa Kemal menghindari alcohol sampai kematiannya, namun Dr. Fiessinger memberi tahu kepada Sekretaris Jenderal Hasan Rıza Soyak bahwa penyebab penyakit ini hanya karena alkohol salah. Kita harus menerima bahwa ada yang lain dan penting faktor etiologi penyakit ini, seperti gaya penyakit makanan dan sembelit kronis'.

Mustafa Kemal koma pada tanggal 8 Oktober 1938 dan meninggal pada Kamis 10 November 1938 pukul sembilan lewat 5 menit pagi hari di Istana Dolmabahce.

Bertahun – tahun sebab sakit dan kematian Mustafa Kemal menjadi diskusi para ahli, karena sebab kematiannya menjadi misteri, laporan diagnosa para dokternya tidak dapat diterima.

Tahun 2014 ada sebuah buku yang ditulis oleh Ogun Deli bahwa kematian Mustafa Kemal karena dibunuh oleh dokternya dengan cara disuntik merkuri, tapi buku ini menurut peneliti tidak memiliki latarbelakang akademis.

Menurut peneliti kurangnya penelitian yang jelas menciptakan lingkungan yang mendorong eksploitasi kecenderungan di budaya lokal untuk menikmati teori konspirasi dan mengasosiasikan peristiwa negatif yang tidak dapat dijelaskan dengan “kekuatan tak kasat mata”.

Kesimpulan saya, bahwa munculnya keyakinan di masyarakat muslim Turki bahwa Mustafa Kemal mati terkena azab adalah bentuk penalaran yang didasari oleh akal sehat dan keimanan kepada yang ghaib, karena hasil investigasi dan laporan kematian Mustafa Kemal tidak dapat dijelaskan secara spesisik dan laporan dokternya pun menjadi kontroversi.

[By Irfan Noviandana]