Azwar Siregar: Bukan Cuma Baim, Pak Jokowi Juga Melecehkan Orang Miskin di Indonesia!

Bukan Cuma Baim, Pak Jokowi Juga Melecehkan Orang Miskin di Indonesia!

Niat mau bela Baim? Ya ngga lah! Saya sejak dulu tidak pernah suka apalagi tertarik dengan model konten-konten Youtube dia yang saya anggap recehan.

Sebenarnya sih tidak masalah juga kalau misalnya anda suka dengan "konten recehan". Karena semua orang memiliki versi dan selera yang berbeda tentang hiburan atau untuk menghibur diri.

Saya beberapa kali menegur kawan-kawan yang berusaha mengarahkan "seleranya" untuk menjadi selera bersama. 

"Tonton Video Youtube si ini dan si ini, baca tulisan si ini dan si itu, menghibur menambah Pengetahuan..."

Lha, selera hiburan dan tambahan pengetahuan itu tidak bisa kita paksakan ke semua orang. 

Ada yang misalnya suka Sepakbola. Rela menguras isi tabungan membeli tiket untuk menontonnya. Ada yang gila-gilaan dengan boyband atau film Korea. Ada yang senang dengan gadget sampai rela menginap antri depan Toko-nya demi menjadi Pembeli Pertama.

Tapi semua manusia di muka bumi ini memiliki "nilai kebenaran universal". Sebuah kesepakatan atas sebuah kebenaran tanpa perduli si manusia berasal dari mana, rasnya apa, bahkan percaya Tuhan atau tidak.

Saya contohkan. Di Eropa boleh saja hubungan sex tanpa pernikahan sudah biasa. Bahkan sesama jenis. Tapi semua manusia sepakat, baik yang mendukung maupun yang menentang "free sex", baik yang mendukung maupun yang menolak hubungan sesama jenis, kalau tindakan pemerkosaan atau pemaksaan hubungan seksual sepihak adalah sebuah kejahatan.

Ada banyak nilai kebenaran universal lainnya. Misalnya membunuh, mencuri, berbohong dan seterusnya. Termasuk pelecehan terhadap harkat dan martabat seorang manusia atas manusia lainnya.

Ramai penolakan dan hujatan atas video viral Baim, salah satunya karena dia dianggap melecehkan manusia lain. 

Padahal jauh sebelumnya, bahkan berkali-kali, Pak Jokowi juga melecehkan rakyat miskin dengan melempar-lempar bantuan ke rakyat di pinggir jalan dari mobil-nya yang tetap berjalan.

Saya tidak melihat adanya penolakan massif seperti yang dialami Baim. Justru yang ada malah pembelaan. Presiden sibuklah, jadi ngga sempat berhenti. Takut keamanan Presiden lah. Dan alasan pembelaan lainnya.

Padahal kan Jawabannya sangat sederhana. Tidak usah "membantu" kalau masih sibuk atau khawatir dengan keamanan Presiden. Lagian bukan tugas Presiden juga main bantuan recehan gitu. 

Coba fokus saja menunaikan janji-janji kampanye yang satupun tidak ada yang mampu beliau tepati.

Andai rakyat di Negeri ini sudah semakmur rakyat Singapura. Tidak akan ada juga yang sudi berpanas-panasan dan berdesak-desakan di pinggir jalan demi sekarung beras dan beberapa lembar buku tulis!

Jadi kalau sampai ada gerakan "unsubscribe" atas pelecehan Baim kepada orang miskin, seharusnya ada juga gerakan Pecat eh Pencet "unsubscribe" yang sama untuk Pak Jokowi. 

Bahkan dosa Pak Jokowi berkali lipat. Kalau Baim selama ini mengeksploitasi kemiskinan lewat konten demi mencari uang, maka Pak Jokowi kita pilih dan kita gaji untuk mengentaskan kemiskinan di Negeri ini. 

Tapi sepertinya kemiskinan seperti sengaja dipelihara. Bisa saja karena faktor ketidakmampuan untuk mengentaskannya, atau bisa juga tetap dipelihara untuk menjadi hiburan. 

Karena semua orang memiliki versi dan selera yang berbeda tentang hiburan atau untuk menghibur diri !!!

(By Azwar Siregar)