PANAS! Andi Arief Tuding Yusril Minta Bayaran Rp100 Miliar, Demokrat Tak Sanggup, Lalu Pindah Haluan ke Kubu Moeldoko

[PORTAL-ISLAM.ID] Petinggi Partai Demokrat Andi Arief menyebut Yusril Ihza Mahendra pernah mematok tarif Rp100 miliar untuk menjadi kuasa hukum menghadapi kubu Moeldoko. Kala itu, Demokrat tidak mampu sehingga memakai jasa pengacara lain.
Andi menyampaikan itu lewat akun Twitter pribadinya, @andiarief_ pada Rabu (29/9/2021).

"Begini Prof @Yusrilihza_Mhd, soal gugatan JR (Judical Review ke MA) pasti kami hadapi. Jangan khawatir. Kami cuma tidak menyangka karena Partai Demokrat tidak bisa membayar tawaran anda 100 Milyar sebagai pengacara, anda pindah haluan ke KLB Moeldoko," kata Andi Arief, Rabu (29/9/2021).

Cuitan Andi Arief ini sontak bikin panas. Salah satu akun twitter Partai Bulan Bintang (PBB) mengingatkan Andi Arief jangan melakukan fitnah.

"Anda jangan memfitnah," balas akun @dpw_pbb.

Saat dihubungi CNNIndonesia.com, Andi menjelaskan bahwa Demokrat sempat mengajak Yusril menjadi kuasa hukum pada April lalu. Demokrat dibantu oleh Yusril karena berkenaan dengan demokrasi. Namun, akhirnya kerja sama batal terjalin karena Demokrat tak mampu membayar Rp100 miliar yang diminta Yusril.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Yusril untuk mengklarifikasi tudingan Andi Arief, namun yang bersangkutan belum merespons. 

Seperti diketahui, Yusril kini menjadi kuasa hukum empat kader Demokrat yang pro pada Moeldoko. Empat kader itu mengajukan gugatan uji materi AD/ART Demokrat ke Mahkamah Agung.

Empat kader yang dimaksud sudah dipecat Agus Harimurti Yudhoyono lantaran hadir dalam Kongres Luar Biasa ilegal yang menetapkan Moeldoko menjadi ketua umum.