Mustofa: Saya Khawatir Bisa Lenyap Semua Isi Diorama Sejarah Pemberontakan G30S/PKI Jika Tidak Dijaga Ketat

[PORTAL-ISLAM.ID] Kabar yang disampaikan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bikin terhenyak publik.

Museum Kostrad tempat bersejarah penumpasan pemberontakan G30S/PKI tiba-tiba isi diorama tiga tokoh penting penumpas PKI hilang.

Jenderal Gatot mengungkapkan adanya indikasi upaya untuk menghilangkan sejarah terkait peristiwa G30S/PKI.

Dia menyebut pada kondisi saat ini diorama di Museum Makostrad yakni patung Soeharto, Sarwo Edhie, dan Nasution beserta 7 pahlawan revolusi sudah hilang.

"Saya mendapat informasi walau bagaimanapun saya mantan Pangkostrad, baru akhir-akhir ini disampaikan bahwa diorama bukan hanya patung Pak Harto, patung Pak Sarwo Edhie, sama Pak Nasution tapi juga 7 pahlawan revolusi sudah tidak ada di sana, dan khusus di ruangan Pak Harto mencerminkan penumpasan pemberontakan G30SPKI dikendalikan oleh Pak Harto di markasnya," ujar Jenderal Gatot.

"Saya tadinya tidak percaya tapi saya utus seseorang yang tidak bisa saya sebutkan di sana dan memfoto ruangan itu dan dapatkan foto dari video itu yang terakhir sudah kosong," sambung Gatot.

Dia menyebut insiden ini lantas membuktikan adanya kemungkinan sudah berkembangnya paham komunis di tubuh TNI. "Maka saya katakan ini kemungkinan sudah ada penyusupan paham-paham kiri, paham-paham komunis di tubuh TNI," tuturnya.

Aktivis Muhammadiyah Mustofa Nahrawardaya lantas menyebut dirinya khawatir kalau semua isi diorama tentang pemberontakan PKI bakal lenyap.

"Wah, saya khawatir bisa lenyap semua isi diorama jika gak dijaga ketat," kata Mustofa di akun twitternya, Senin (27/9/2021).

Dalam twitnya disertakan dokumentasi liputan TV saat Panglima Kostrad dijabat oleh Jenderal Edy Rahmayadi (sekarang Gubernur Sumut).

Dalam video dokumentasi itu kondisi diorama museum Kostrad masih lengkap terjaga.

[Video]


[Video Pernyataan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo]