DIBALIK PATUNG YANG HILANG

DIBALIK PATUNG YANG HILANG

Patung Sejarah Saja Hilang. Luar Biasa. Padahal waktu sekolah dulu, mata pelajarannya belajar Baris Berbaris (membina kekompakan) dan Jiwa Korsa (Esprit de Corp). Jadi ruh ini teramat Penting dalam Militer.

Akhir-akhir ini, di bulan dimana atmospir kita dipenuhi kata "Komunis", ternyata benda sejarah, diorama artifak pelaku-pelaku sejarah itu hilang. Atau mungkin Patung-Patung itu lari meninggalkan tempatnya, karena kepanasan dengan hingar-bingarnya komunis yang konon telah mati itu bangkit lagi.  

Sesungguhnya, bukan persoalan Patung-patung yang Hilang. Tapi, bahwa Itu artinya, ciri kamu tidak mau Dewasa. Tidak faham kalau sudah berada dan terjerumus ke Neraka Politik. Kalian sudah mulai kuyup berenang lagi disitu. 

Yang kami risaukan, senjata-senjata yang ada pada kalian justru moncongnya akan diarahkan ke teman-temanmu yang sekandang. Karena nampaknya ada cahaya komando dari sinar bintang datang planet politik. 

Hayo kembali ke Barrack. Itu Rumah mungil organikmu. Jagalah taman Indonesia, itu amanat dan tugasmu. Kamu yang tahu siapa yang pantas dan bisa jadi pemimpinmu. Bukankah Pusaka itu milikmu, jangan kau serahkan pada penghuni Istana. Mereka gembel, yang tinggal disitu hanya 5 tahunan.

Jangan takut sama patung, kaos, baliho, atau mural.

(By Ali Syarief)