Video dan Foto 'Perbudakan Wanita' Yang Viral Pasca Taliban Berkuasa, Adalah Aksi Teatrikal Aktivis Kurdi di London 2014 Untuk Memprotes ISIS

[PORTAL-ISLAM.ID] Pasca Taliban berhasil mengambil alih kembali Afghanistan dan menduduki Ibu Kota Kabul pada hari Minggu (15/8/2021) pekan lalu, di sosial media viral foto dan video yang digambarkan sebagai perbudakan wanita. 

Dalam foto dan video tersebut, laki-laki dengan beberapa wanita mengenakan burqa yang dirantai bersama. 

Foto dan video itu beredar di berbagai belahan dunia, tidak hanya di media sosial Indonesia.

Di Indonesia diviralkan oleh para buzzer, salah satunya si Eko Kuntadhi.

"Rasanya susah mencari perilaku yang lebih biadab dari ini...," kicau Eko Kuntadhi di akun twitternya @_ekokuntadhi, Sabtu (21/8/2021).

Twit si Eko ini kemudian disambar komen-komen buzzer lainnya yang menyudutkan Islam, Taliban, bahkan ada yang sampai menyalahkan mantan Wapres JK yang pernah mengundang Taliban.

CEK FAKTA

Fakta sebenarnya dari foto dan video tersebut adalah aksi teatrikal (pertunjukan) yang dilakukan oleh aktivis Kurdi yang digelar di Kota London Inggris pada tahun 2014 untuk memprotes ISIS.

Hal ini seperti dilansir oleh BBC dan Newsweek.

#BBCtrending: The mock Islamic State slave auction in London

Kurdish Activists Stage ISIS Sex Slave Market in Central London

Berikut kutipan berita (BBC):

Kampanye media sosial yang cerdas melawan ISIS oleh aktivis Kurdi berlanjut - dengan video tiruan "pasar budak seks ISIS" di jantung kota London yang ditonton lebih dari seperempat juta kali di YouTube.

Video itu menunjukkan pemimpin kelompok yang berteriak dengan mikrofon. Di belakangnya berdiri sekelompok wanita - semuanya aktor - dengan penampilan tertutup (burqa) dan dirantai bersama. 

Aksi itu diselenggarakan oleh Compassion 4 Kurdistan, sekelompok diaspora Kurdi yang berusaha meningkatkan kesadaran dugaan tindakan ISIS di Irak. Pada malam yang sama, grup tersebut melakukan adegan di luar Downing Street dan Gedung Parlemen juga.