TAMPARAN ALA KELUARGA AKIDI

TAMPARAN ALA KELUARGA AKIDI

Oleh: Azwar Siregar

Saya termasuk yang merasa tertipu dengan bantuan hoaks untuk Penanganan Covid 19 dari keluarga Almarhum Akidi yang bernilai fantastis itu. Dua triliun. Sayapun merasa perlu menulis rasa terimakasih.

Tapi berbeda dengan para BuzzeRp Pemerintah. Saya mengapresiasi "bantuan" itu tanpa nyinyir apalagi menjatuhkan Kelompok Dermawan yang lain khususnya dari Kelompok Umat Islam.

Saya justru sekalian memberikan informasi tentang Aceh. Khususnya Kota Langsa tempat kelahiran Pak Akidi. 

Aceh selama ini menjadi salah satu daerah yang paling sering diserang BuzzeRp. Dianggap daerah paling intoleran. Karena menerapkan syariat Islam. Padahal di Aceh banyak etnis Tionghoa. Rata-rata makmur dan kaya-raya. Kalau semisal etnis minoritas ditindas, kenapa mereka tetap bertahan?

Makanya kemarin saya menulis pencerahan tentang Aceh yang selama ini banyak disalahpahami. Kebetulan kemarin ada seseorang "Dermawan" kelahiran Langsa.

Datanglah ke Kota Langsa. Kemudian langsung jalan-jalan di daerah Terminal Lama. Toko-toko milik orang Aceh dan orang pendatang termasuk milik etnis Tionghoa sama ramainya. Di Kota Langsa penduduknya mayoritas Muslim. Sekitar 98 persen. Kalau saja anggapan orang Aceh intoleran benar, apa laku Orang Non Muslim membuka usaha?

Tidak. Orang Aceh adalah masyarakat paling toleran se Indonesia ini. Di sana tidak ada istilah Orang Aceh Asli. Tidak ada juga klaim Budaya Nusantara untuk Adat Aceh. Justru klaimnya lebih Universal : Islam !

Silahkan baca tulisan lama saya: 

Makanya saya tidak merasa perlu menghapus tulisan saya.

Sebaliknya kita lihat tulisan para Buzzer Pemerintah. Kita sebut saja Denny Siregar, Ade Armando, Addie MS atau para dedengkot Pemuja Rezim Pak Jokowi lainnya. 

Tiba-tiba saja mereka seperti menemukan amunisi untuk menghabisi kelompok yang mereka anggap Oposisi. Ramai-ramai mereka memberikan apresiasi setinggi langit kepada Akidi Tio. Tapi sekaligus menyinyiri para Ulama, misalnya UAS yang justru menggalang Dana untuk membantu Palestina.

Sekarang terbuka bahwa Keluarga Akidi Tio sama saja dengan Kidi yang lain, kita sebut saja Mukidi. Sama-sama Pembohong. Tukang Prank. Penyebar Hoaks. Tidak bertanggung jawab. Kalau Kidi kecil memprank satu Indonesia dengan 2 Triliun, maka Kidi Besar memprank satu Indonesia dengan 11 Triliun. 

Para BuzzeRp pun beramai-ramai menghapus tulisan mereka. Sayangnya terlambat. Banyak yang sudah "mengkepcer". Akhirnya yang tersisa rasa malu. Pasti malu kan, mosok ngga, ya malulah....

Jadi saya tetap berterima kasih kepada Keluarga Akidi. Prank mereka merupakan tamparan bagi para BuzzeRp. Ternyata Setan tetaplah Setan. Karena hanya Setan yang memuji satu kebaikan sambil merendahkan kebaikan yang lain. Dan hanya Setan yang diam-diam menghapus tulisan dan cuitan karena terbukti penipuan.

(fb)