PLAK! Buzzer Ditampol Said Didu, Mau Banggain Kembalinya Blok Rokan, Dikira Dapat Gratis, Ehh Ternyata...

[PORTAL-ISLAM.ID] Blok Rokan adalah ladang minyak bumi tertua dan terbesar di Indonesia yang berada di Provinsi Riau. Blok Rokan merupakan tulang punggung produksi minyak nasional.

Blok Rokan yang memiliki luas 6.453 kilometer persegit ini tercatat menghasilkan sekitar 165.000 barel minyak per hari atau sekitar 24 persen produksi minyak nasional

Pengelolaan Lapangan minyak gas (migas) terbesar di Indonesia, Blok Rokan, mulai beralih ke BUMN Pertamina dari perusahaan minyak AS Chevron, per hari Senin (9/8/2021).

Banyak buzzer yang membangga-banggakan dan memuja-muji "kembalinya blok Rokan ke tangan Ibu Pertiwi" setelah 97 tahun dikelola Chevron.

Membaca puja-puji buzzer ini bikin sakit perut, bagaimana tidak? Kontrak "Production Sharing" dengan Chevron memang selesai per Agustus 2021, sehingga pada tahun 2018 Pemerintah melalui Kementrian ESDM membuka tender untuk kontraktor pengelola 2021-2041.

Jadi itu adalah TENDER KOMERSIAL murni. Sama sekali bukan gratis atau "diambil alih" seperti mengusir penjajah. Hahaha...

Eks Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menampar keras klaim para buzzer:

1) Sesuai UU Migas kontrak tsb habis 9 Agustus 2021 dan otomatis kembali ke negara
2) Diproses 2018 karena aturan harus diproses 3 tahun sebelum kontrak habis
3) Pertamina bukan dapat gratis tapi menang tender dan bayar ke pemerintah

Paham bong buzzer?