Jokowi Dulu Kritik SBY Beli Pesawat Kepresidenan, Kini Ganti Warna Habiskan Miliaran

[PORTAL-ISLAM.ID]  Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diketahui membeli pesawat kepresidenan pada tahun 2014 (di akhir masa jabatannya). Pesawat berjenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) tersebut dibeli dengan harga Rp840 miliar.

Pembelian pesawat kepresidenan tersebut sempat mendapat kritik dari Presiden Joko Widodo kala masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. 

Jokowi mengatakan bahwa anggaran yang dikeluarkan untuk pesawat seharusnya bisa digunakan untuk anggaran kebutuhan mendasar negara, seperti pendidikan dan kesehatan yang harus dipenuhi.

Politikus PDIP saat itu juga ramai-ramai mencemooh SBY yang membeli pesawat kepresidenan, mereka bahkan waktu itu mendesak agar pesawat kepresidenan dijual saja.

Namun, baru-baru ini Presiden Jokowi (petugas partai PDIP, seperti ditegaskan Megawati) malah mencat ulang warna pesawat kepresidenan menjadi merah dan putih yang sebelumnya berwarna biru muda. Pergantian warna itu menghabiskan dana miliaran rupiah. 

Tentu saja keputusan Jokowi ini menuai kritik banyak pihak. 

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengkritisi biaya cat ulang pesawat kepresidenan tersebut. Biaya cat ulang pesawat setara jenis B737-800 bekisar antara USD 100 ribu hingga USD 150 ribu. Nilai itu setara dengan Rp 1,4 miliar sampai dengan Rp2,1 miliar.

Mantan anggota ombudsman RI itu menyayangkan pengecatan pesawat tersebut saat negara sedang menghadapi pandemi serta krisis ekonomi. Pemerintah kata dia seharusnya menunjukkan sense of crisis yang apabila bukan kebutuhan mendesak perlu ditangguhkan.

"Cat ulang & ubah warna pesawat bukan kebutuhan mendesak. Pesawat Kepresidenan usianya baru 7 tahun. Jarang dipakai. Perawatan bagus, penampilan juga masih layak. Tidak ada urgensi dicat ulang atau ubah warna," ungkapnya, seperti dilansir merdeka.com, Rabu (4/8/2021).