JANGAN LUPAKAN JASA HABAIB DAN WARGA KETURUNAN ARAB!

JANGAN LUPAKAN JASA HABAIB DAN WARGA KETURUNAN ARAB!

Foto Baliho ini berseliweran di Group WhatsApp saya. Bahkan banyak kawan-kawan yang mengunggahnya di Akun Media Sosial masing-masing.

Saya kira sangat bagus. Untuk mengingatkan kembali bangsa ini atas jasa-jasa para Habaib dan Keturunan Warga Arab yang ikut berjuang dalam Perang Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Kadang saya miris, hanya karena perbedaan pilihan politik, sebut saja Ahoker atau Jokower, hanya karena tidak suka Bang Anies, terus ngomong "Usir balik dia ke Yaman!".

Lha, Kakek Bang Anies itu Pahlawan Nasional. Pahlawan yang ikut memperjuangkan Kemerdekaan Negara ini. Sekarang, coba sebutkan apa jasa Kakekmu, Kakeknya Ahok atau Kakeknya Pak Jokowi dalam mendirikan Negara ini? 

Nah, kalau kita menyebut Habaib, berarti kita menyebut peran para Ulama juga. Khusus para Ulama, saya berani katakan, tanpa peran Ulama, Indonesia tidak akan pernah ada!

Di Jaman Perang Kemerdekaan, rakyat hanya dengan bermodalkan Bambu Runcing berani hadap-hadapan dengan Belanda karena dipimpin para Ulama. Hidup Mulia atau Mati Syahid. Allahu Akbar !! Maju ke Medan Perang karena yakin kalaupun mati ganjarannya adalah mati syahid.

Masalahnya, setelah Kemerdekaan kita raih, bangsa ini lupa kepada para Ulama. Jaman sekarang malah membully dan mengkriminalisasi Ulama, Habaib dan Warga Keturunan Arab. Akun-akun Buzzer hanya dengan bermodalkan Foro Profil Burung Garuda atau Bendera Merah Putih dengan ringan memfitnah para Ulama. Menyuruh pulang warga Arab. Menghina para Habaib. Mencaci-maki Bang Anies.

Padahal misalnya Kakek Bang Anies udah jelas diakui Negara sebagai Pahlawan Nasional. Sedangkan Kakek para Buzzer, misalnya si Sempak Merah yang ngga jelas SMA-nya itu, jasa Kakeknya apa? Paling juga dulu bekas cecunguknya Belanda.

Semakin miris, belakangan ini sepertinya ada upaya pembusukan terhadap para Habaib, Ulama dan Warga Keturunan Arab. Misalnya dari si Kumis Sikat Toilet yang katanya Guru Besar Intelijen itu.

Jelas-jelas, sejak awal Kemerdekaan bangsa ini, Presiden kita selalu dari Kelompok Nasional Sekuler. Saya pernah menulis, sekalipun belum pernah kita memiliki Ibu Negara yang berhijab dengan sempurna. Terua Partai yang berkuasa selalu dari Nasionalis Sekuler (sekali pernah Masyumi menang, tapi Partainya tidak berapa lama langsung dibubarkan Sukarno).

Giliran bangsa kita selalu terpuruk, kenapa yang dikambing hitamkan para Ulama, Habaib dan Warga Keturunan Arab?

Apa mau kita lanjut bongkar-bongkaran ini?

Coba kita sebutkan nama-nama para Koruptor Kakap yang merugikan bangsa dan Negara? Mayoritas etnis Ngahok dan Pribumi dari Kelompok Nasionalis Sekuler. Kalaupun sebagian ada yang tiba-tiba kelihatan alim berkopiah haji atau berjilbab, itu setelah tertangkap. 

Coba sesekali kita serahkan Kepemimpinan Nasional ke tangan Para Habaib atau Ulama. 

"Tapi bang, Wapres kita Ulama?"

"Masalahnya satu-satunya Jabatan Wakil yang punya Kekuasaan di Negara kita cuma Wakil Rakyat. Selain itu cuma pajangan !!!"

(By Azwar Siregar)