Intelijen AS Dilaporkan Retas Server Cloud Sampel Virus Lab Wuhan

[PORTAL-ISLAM.ID]  Badan-badan intelijen Amerika Serikat (AS) telah mendapatkan data blue print genetik dari sampel virus yang sedang dipelajari di Institut Virologi Wuhan, dan sedang mempelajari informasi tersebut untuk melihat apakah itu dapat membantu mengungkap asal-usul COVID-19.

Jaringan berita itu tidak diberitahu bagaimana badan-badan intelijen AS mendapatkan informasi sensitif tersebut. Namun sumber yang berbicara kepada CNN mengatakan data itu mungkin telah diretas dari komputer yang terhubung ke server berbasis cloud eksternal yang terlibat dalam pembuatan dan pemrosesan data.

Badan intelijen AS dikatakan telah memanfaatkan Laboratorium Nasional Departemen Energi dan superkomputer mereka untuk membantu memproses informasi sesuai dengan permintaan Presiden Joe Biden pada Mei lalu agar intelijen menempatkan laporan di mejanya tentang kemungkinan asal virus Corona baru pada akhir Agustus.

Setelah wabah virus Corona baru menjadi pandemi global pada tahun 2020, AS menuduh China menghapus data genetik dari sekitar 22.000 sampel virus yang dipelajari di laboratorium Wuhan dari internet, dan menuduh Beijing menolak memberikan informasi tersebut ke pihak AS atau WHO.

Namun, pelaporan oleh Wall Street Journal dari awal musim panas ini menemukan bahwa Institut Kesehatan Nasional AS sendiri secara misterius menghapus lebih dari selusin sekuens gen dari basis datanya pada Juni 2020, yang diduga atas permintaan dari seorang peneliti China.

Klaim tersebut telah membuat para ilmuwan di Italia dan Swissmendugabahwa COVID-19 atau virus yang sangat mirip dengannya mungkin telah mengudara dan menyebar berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum berita resmi ditemukan di pasar basah Wuhan sebelum menyebar ke seluruh dunia.

Laporan penyelidikan badan intelijen AS muncul setelah satu setengah tahun AS dan China saling tuding mengenai asal-usul COVID-19. Washington mengatakan virus itu bocor dari laboratorium Wuhan, dibalas dengan tudingan Beijing bahwa militer AS mungkin telah menyebarkan virus di Pertandingan Dunia Militer Wuhan 2019, atau bahwa virus itu mungkin bocor dari biolab militer Fort Detrick di Maryland.

(Sumber: Sindonews)