Windy Cantika Ingin Bangun Masjid, Peraih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo

[PORTAL-ISLAM.ID]  Atlet angkat besi yang sukses meraih medali perunggu di ajang Olimpiade tahun 2020 di Tokyo, Windy Cantika Aisah, berencana membangun masjid sepulang dari kejuaraan tersebut. Keinginan tersebut sudah ia niatkan sejak sebelum keberangkatannya ke Tokyo.

Ibu Windy Cantika, Siti Aisah mengatakan, anaknya berniat untuk mendirikan masjid di sekitar rumahnya apabila lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, sebab sudah menjadi keinginan sebelumnya. Selain itu, ia berharap banyak pihak yang mendukung niat anaknya tersebut.

"Dulu mau Olimpiade 2020, dia begitu lolos dapat tiket mudah-mudahan ya Allah saya dikasih rezeki bikin masjid, gitu aja. Dia alhamdulillah sekarang tercapai walaupun dapat rangking ke tiga," kata mantan atlet yang saat ini tinggal di Desa Malasari, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Ahad (25/7/2021), seperti dilansir Republika.co.id.

Siti mengaku bahagia dan bangga atas pencapaian yang berhasil ditorehkan anaknya. Ia pun selalu mendoakan agar anaknya mampu memberikan yang terbaik selama mengikuti kejuaraan di olimpiade. "Sudah pasti bahagia, anak saya berhasil bisa mengharumkan," ujarnya.

Ia mengaku tidak menyangka anak perempuannya dapat meraih medali perunggu sebab sudah lolos saja sangat senang. "Saya udah lolos aja alhamdulillah apalagi umurnya baru 19 tahun, prestasinya bagus," katanya.

Siti melanjutkan, pasca kemenangan tersebut anaknya langsung menghubungi melalui video call seraya mengucapkan terimakasih atas dukungannya. Ia mengatakan kalangan pejabat setingkat menteri, gubernur dan bupati pun turut mengucapkan selamat atas pencapaian anaknya.

"Dia langsung video call, mengucapkan Mah terimakasih doa dan dukungannya dari mamah, dari bapak dan dari Aa semua. Cuma neng bisa menyumbangkan rangking ketiga, langsung dia ditutup karena dia langsung ditelepon sama menteri olahraga langsung," katanya.

Siti menceritakan anak-anaknya sejak kecil diarahkan untuk berkecimpung di dunia olahraga, namun tidak dipaksa memilih salah satu cabang olahraga. Ia mendorong agar anak-anaknya aktif di dunia olahraga dan terus mendoakan yang terbaik.

Ia mengatakan, kedua kakaknya pun sempat menjadi atlet dan terlibat dibeberapa kejuaraan. Saat ini, satu orang kakaknya mengurusi pengcab di Kabupaten Bandung Barat dan satu orang lainnya menjadi pelatih di daerah yang sama.

Siti mengaku sempat banyak masyarakat yang bertanya darah atlet tidak turun ke anak laki-laki mereka. Namun, ia menjawab bahwa bukan dirinya yang mengatur itu namun Allah SWT.  "Saya membina anak sama, melatih juga sama. Tapi kita kembali lagi anak-anak beda rezekinya mungkin Allah ngasih ke Cantika," katanya.

Profil Windy Cantika Aisah

Indonesia meraih medali pertama di ajang Olimpiade Tokyo 2020, Jepang. Lifter muda yang baru berusia 19 tahun, Windy Cantika Aisah, menyumbangkan perunggu dari cabang olahraga angkat besi. 

“SELAMAT! Medali Pertama Indonesia diraih oleh lifter muda Windy Cantika Aisah yang berhasil memperoleh Medali Perunggu pada cabang olahraga Angkat Besi dengan total angkatan 194kg (Snatch 84kg, Clean and Jerk 110kg).” Demikian informasi yang disampaikan akun Twitter Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), @KEMENPORA_RI, Sabtu 24 Juli 2021. 

Seperti dilansir suara.com, Windy Cantika Aisah, bergabung ke pelatnas angkat besi yang terletak di Mess Kwini, Jakarta Pusat, pada Februari 2019. Ketika itu, lifter berusia 16 tahun itu merupakan siswi kelas dua SMA di Pameungpeuk, Bandung. 

"Saya datang ke sini (pelatnas angkat besi) tahun lalu, kemudian kembali ke daerah untuk ikut kejuaraan nasional di Bandung," ujar Windy Cantika Aisah di Mess Kwini, Jakarta Pusat, Jumat (5 April 2019). 

"Lalu saya kembali lagi ke pelatnas Februari tahun ini. Jadi kira-kira baru satu bulan lah bergabung dengan yang lain," sambungnya. 

Meski belum lama bergabung, Windy Cantika Aisah sejatinya bukanlah wajah baru di pelatnas angkat besi. Pada gelaran Asian Games 2018, dirinya turut menjadi bagian skuat Merah Putih, walaupun akhirnya tak diturunkan. 

Selain itu, prestasinya di level junior juga cukup baik. Windy Cantika Aisah menempati peringkat keempat di EGAT's Cup 2019 di Thailand, dengan catatan 71 kg snatch dan 90 kg clean and jerk. 

Potensi Windy Cantika Aisah sebagai lifter masa depan semakin menjanjikan setelah pada tes progres atlet yang berlangsung di Mess Kwini, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019), dirinya mampu mencatatkan angkatan yang sangat impresif. 

Windy Cantika Aisah membukukan angkatan total 177 kg, dengan rincian 79 kg snatch dan 98 kg clean and jerk. Meski hanya latihan, hasil itu membuatnya melampaui rekor dunia remaja yang sebelumnya tercatat 76 kg untuk snatch, 96 kg untuk clean and jerk, serta 172 kg angkatan total. 

Bakat yang ditunjukkan Windy Cantika Aisah itu ternyata ada alasannya. 

Bakat yang ditunjukkan Windy Cantika Aisah nyatanya tak datang dari langit. Lifter 16 tahun itu merupakan anak kandung dari Siti Aisah, peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi 1998 yang berlangsung di Jakarta. 

Windy Cantika Aisah mengaku kecintaannya pada olahraga angkat besi memang datang dari sang bunda. Sejak kecil dirinya sudah diajarkan teknik-teknik mengangkat beban berat. 

"Mamah saya kan atlet juga. Dahulu saya sering ikut mamah tapi hanya diberikan latihan teknik saja, tidak dikasih angkat berat," kata Windy Cantika Aisah. 

Windy Cantika Aisah menjelaskan jika mulai menekuni olahraga angkat besi sejak kelas lima Sekolah Dasar (SD). Namun, mulai terjun serius saat memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

Prestasi yang ditorehkan sang ibu disebut Windy Cantika Aisah jadi salah satu faktor mengapa hingga kini terus menekuni olahraga yang sejatinya cukup jarang diminati kaum hawa itu. 

Motivasinya kini adalah mengikuti atau bahkan melampaui jejak sang bunda. 

"Diarahkan sama Mama ke angkat besi. Karena Mama kan dahulu juara dunia (peraih perunggu Kejuaraan Dunia 1988) jadi dia bercerita soal pengalamannya dahulu bagaimana," tutur Cantika.

(Sumber: Republika, Suara)