Pengalaman Pasca Vaksin Pfizer (Belum Tersedia di Indonesia)

Ok mau menulis sedikit tentang efek pasca vaksin Pfizer. Ini berdasarkan pengalaman beberapa teman yang sudah divaksin Pfizer dan untuk sekedar informasi, yang saya tulis pengalamannya adalah mereka yang vaksin Pfizernya bukan di negara Indonesia tetapi di negara luar Indonesia. Karena memang Pfizer belum tiba di Indonesia. Agustus baru akan tiba disusul oleh Moderna.

Vaksin Pfizer dari saudara, kawan yang tinggal di Australia. Efeknya? Ga ada efek yang berarti kecuali "Lapar", no demam, no meriang, no menggigil, dan sebagainya. So far so good. Perly kita ketahui Australia adalah negara yang sudah bebas masker. Jadi kemungkinan imun mereka sudah baik karena sudah bebas masker yang berarti masalah covid di negaranya teratasi.

Vaksin Pfizer dari kawan yang tinggal di Amerika, beberapa negara bagian LA, Portland, dan Washington, so far mereka sesuai dengan pengalaman mereka sendiri tidak ada efek yang jadi issue, salah satu kawan saya yang menerima vaksin Pfizer adalah Dokter di LA dan dia bilang "All good" di Amerika sendiri sudah bebas masker, bahkan diperbolehkan melepas masker dalam perkumpulan kecil jika yang di dalam perkumpulan itu sudah divaksin. 

Untuk vaksin Pfizer yang punya efek beda adalah salah satu kawan saya. Akhir Juni ketika saya mendapatkan vaksin pertama saya, dia sekeluarga terbang melancong ke Amerika. CGK - Singapore - New York, jadwal vaksin dia sudah dapatkan sebelum tiba di New York.

Ok penerbangan yang melelahkan meskipun dengan maskapai terbaik asal negeri Singa plus kelas bisnis. Dua hari tiba di New York, dia vaksin Pfizer. Anak dan suami no side effect. Alias ga ada efek apapun. Dia? Efeknya sama persis seperti saya, meriang, demam, badan seluruhnya sakit. Itu berlangsung selama dua hari. Alhamdulillah dia sehat bahkan bertemu dengan kawan-kawannya tanpa menggunakan masker, karena memang di US vaksinasi sudah besar presentasinya.

Selain vaksin Pfizer, ada Moderna yang juga digunakan di Amerika. Ok, untuk Moderna saya mendapatkan satu info dari satu data alias satu orang, kawan saya mendapatkan vaksin moderna. 

Efeknya? Dia bilang efek Moderna sedikit lebih buruk ke tubuhnya karena dia sendiri pernah menderita karena Covid, dia penyintas Covid.

Kira-kira isi pesan berbagi pengalamannya seperti ini:

I took the vaccine made by Moderna, which requires two injections, at least 28 days apart. My experience wasn’t bad; but I definitely had a day with a fever after each injection. There was also mild nausea and nasal congestion. For reference, I had COVID-19 in January, and the first injection in April. My personal experience was that the vaccine was a bit worse than the disease; but the unpleasantness only lasted a day, whereas COVID-19 was two or three. Of your body reacts like mine, you’ll want to take the day off from work, the day after getting the injection. I would only be concerned if you have either heart disease or a family history of heart disease, as some of the vaccines have a temporary side effect of pericardial swelling.

Oh, I forgot to mention that my resting heart rate went up about 8 beats per minute after the injections and took about two weeks to recover.

Let me know if you have any questions or concerns.

(Saya mengambil vaksin yang dibuat oleh Moderna, yang membutuhkan dua suntikan, setidaknya 28 hari. Pengalaman saya tidak buruk; tapi saya pasti mengalami hari dengan demam setelah setiap suntikan. Ada juga mual ringan dan hidung tersumbat. Sebagai referensi, saya menderita COVID-19 pada bulan Januari, dan suntikan pertama pada bulan April. Pengalaman pribadi saya adalah bahwa vaksin itu sedikit lebih buruk daripada penyakitnya; tetapi ketidaknyamanan itu hanya berlangsung sehari, sedangkan COVID-19 dua atau tiga. Tubuh Anda bereaksi seperti saya, Anda pasti ingin mengambil cuti dari pekerjaan, sehari setelah mendapatkan suntikan. Saya hanya akan khawatir jika Anda memiliki penyakit jantung atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung, karena beberapa vaksin memiliki efek samping sementara berupa pembengkakan perikardial.

Oh, saya lupa menyebutkan bahwa detak jantung istirahat saya naik sekitar 8 denyut per menit setelah suntikan dan membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk pulih.

Beri tahu saya jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah.)

Jadi pada dasarnya, efek atau gejala vaksin tergantung bagaimana tubuh kita bereaksi. Dan memang dianjurkan pasca vaksin setidaknya istirahat sehari. Jika kita tidak yakin imun dalam tubuh kita sedang bagus saat itu. Reaksi vaksin pada kita dan orang lain bisa berbeda. 

Oh ya, ini kembali lagi hanya berbagi cerita tentang vaksin dari berbagai merk. Senin saya akan kembali bertanya kepada boss saya, kebetulan dia Warga Negara Singapore. Dimana yang katanya negara tersebut akan berdamai dengan covid atau memperlakukan covid sebagai penyakit biasa. 

Tulisan ini murni berbagi pengalaman, jangan ada lagi debat pro dan kontra vaksin, semua pilihan yang diambil dan sesuai dengan keyakinan masing-masing individu.

(By Erliana Sunardi)

*fb