PENDUKUNG-PENDUKUNG DUNGU

PENDUKUNG-PENDUKUNG DUNGU

By Azwar Siregar

Saya cuma bisa ngakak. Sudah dua kali saya menonton video dari dua orang yang berbeda, tapi keduanya adalah pendukung Pak Jokowi. Mereka meminta agar tidak memperpanjang PPKM dengan alasan rakyat sudah susah makan.

Lucu aja. Bukannya selama ini mereka percaya Ekonomi Meroket? 

Kenapa sekarang mata mereka baru bisa melihat penderitaan rakyat?

Kenapa sekarang otak mereka baru bisa paham kalau rakyat banyak yang sudah kelaparan?

Tapi ya, namanya juga manusia-manusia dungu. Benar-benar sampah kehidupan. Semua seruan mereka ujung-ujungnya satu, menyalahkan sekeliling Pak Jokowi. Sekalian mengingatkan, karena takut rakyat yang kelaparan akan memberontak.

Jadi gini wahai para Sampah Kehidupan. 

Pertama, harusnya kalian mendorong agar Pak Jokowi secepatnya menggunakan UU Karantina Wilayah. Biar rakyat ngga ada yang kelaparan. Biar ketakutan kalian tidak beralasan. 

Tapi kalau misalnya Kas Negara kita ngga ada, kosong,  ya kalian bantu dong galang dana. Ikut menyumbang. Kalian jual baju, jual rumah, bila perlu jual ginjal. Asal jangan jual otak, pasti ngga laku. 

Kedua, kalaupun gara-gara kelaparan terus akan ada rakyat yang membetontak, saya haqqul yakin yang akan memberontak itu bukan rakyat bagian Oposisi. 

Karena sejak awal kami sudah paham. Kondisi negara kita semakin runyam. Jadi dari dulu kami sudah mempersiapkan diri. Untuk menghadapi masa-masa sulit. 

Yang berbahaya kan kalian. Para Pendukung yang tidak pernah berhenti berharap. Yakin Negara akan semakin membaik. Tapi malah semakin memburuk.

Seperti kata pepatah: Pendukung yang tersakiti lebih mengerikan daripada Oposisi yang tidak perduli.

Udah pernah menonton Sinetron Kisah Kekasih yang tersakiti? Belum? Coba tanya Prof Mpud. 
Ya udah. Sini saya bisikin. Konon Kekasih yang tersakiti jauh lebih brutal. Lebih sadis. Bisa bunuh mantan kekasihnya sendiri. 

Tapi itukan cuma di Sinetron!
Ya ngga lah. Baca saja kasus Sate Beracun.

Nah, kalau kita-kita yang merasa ngga hubungan dengan Rezim Penguasa sekarang ya paling santai menonton. Siapkan kuaci dan air lemon. Menonton Sinetron Rezim Penguasa mati ditawur oleh Pendukungnya sendiri.

Ya Semoga tidak. Kalaupun terjadi, ya bukan urusan saya !

[fb]