Naniek S Deyang: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, Hikmah di Balik Peristiwa

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

Pergulatan bathin saya mengatakan apa lagi yang kurang dari hidup yang mereka jalani. Itu kalau kita melihat dari kekayaan yang mereka miliki dan gaya hidup yang mereka jalani.

Namun sejatinya, setelah saya terkena covid dan diisolasi kemudian sekarang lagi masa pemulihan, saya yang hanya sekuku hitam memiliki harta dibanding Nia dan Ardi, mengubah pola pikir, dimana dulu berpikir uang segala-galanya, ternyata setelah kita berbaring tak berdaya, bukan uang segala-galanya, tapi nomer satu adalah kesehatan! Buat apa kita punya uang dolar sekoper atau berkoper-koper, tapi di tubuh kita ada penyakit dimana kita tidak bisa gunakan uang itu.

Di sepertiga dini hari tadi, saya berpikir mungkinkah Nia dan Ardi ada "kekurangan hidup" yang ditutupi dengan menyabu? Mungkin dibalik gemerlap hidupnya ada penyakit kronis yang mereka derita? Atau bisa jadi Ardi Bakrie yang terlihat punya aset banyak, hutangnya juga banyak?

Kalau saya pada saat menghadapi hal-hal yang kritis mulai dulu jaman Pilpres dikriminalisasi sampai terkena Covid berat saya lari ke Allah, karena saya gak punya kekuatan atau beking sehebat Allah SWT. Saya berdoa kadang sampai nangis gak karu-karuan, bahkan kadang sampai mutung ke Allah SWT. Saya gak pernah percaya manusia, alat atau apapun, selain Allah SWT yang akan menolong!

Nah bisa jadi Nia dan Ardi, tidak tau atau tidak mengenal Allah SWT lebih jauh, sehingga saat ada persoalan hidup yang mungkin berat, mereka bukan lari ke Allah SWT, tapi lari ke shabu.

Terlepas dari apapun, semoga dengan apa yang mereka lakukan sekarang berhadapan dengan hukum, semoga akan menyadarkan mereka, bahwa tidak ada kekuatan yang bisa menahan kalau Allah sudah berkehendak. Dan kehendak Allah adalah mereka ditangkap karena nyabu. 

Semoga rasa malu, dan berbagai rasa yang mereka rasakan sekarang akan menyadarkan, bahwa sehebat apapun mereka adalah tetap manusia! Dan untuk Nia yang tadinya seperti hidup tidak menginjak bumi, buka salak saja gak bisa, gak bisa membedakan pisang goreng, tempe goreng dan bakwan goreng, mulai sekarang menginjak bumi dengan belajar kehidupan yang real.

Saya berharap mereka berdua kelak, bila urusan selesai, lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, peduli dengan rakyat kecil, bahkan menyelami kehidupan rakyat yang susah, mau bersedekah, dan memberikan hidupnya untuk jalan kebaikkan.

Karena hanya dengan itu, yang akan memperbaiki psikologis anak-anaknya, yang saya rasa sekarang terguncang habis. Anak-anaknya masih kecil, semoga luka bathinnya lebih mudah diobati.

Mari sudahi berpolemik Nia dan Ardi, biarkan mereka berproses melalui jalan terjal. Semoga kelak mereka menjadi manusia yang berguna, bukan manusia yang hanya untuk diri mereka sendiri.

10/07/2021

(Naniek S Deyang)

*fb