"MAU SAYA BUANG KE PAPUA?"

"MAU SAYA BUANG KE PAPUA?"

Saya tidak akan menyebut nama orangnya. Soalnya si Ibuk itu konon sangat garang. Pendukungnya juga Baperan mengalahkan Kebo baru beranak. 

"Udah pernah lihat kebo baru beranak?"

Gila. Semua bisa diseruduk. Berani ganggu anaknya (kalau di kasus ini ya emaknya), bakal dikejar dan dibully ramai-ramai.

Cuma ucapan si Ibuk menurut saya sudah sangat rasis. Benar-benar pelecehan terhadap Papua. 

Mosok ASN yang dianggap Pemalas dia ancam akan buang ke Papua. Emangnya Papua "Keranjang Sampah" buat menampung ASN-ASN Pemalas se Indonesia ya?

Wajar saja kalau saudara-saudara kita di Papua selama ini merasa di Anak Tirikan. Berkali-kali sikap dan ucapan Pejabat menggambarkan pelecehan tersembunyi kepada mereka.

Saya paham. Maksud si Ibuk tentu saja memindahkan ASN Pemalas ke Papua artinya sebagai hukuman. Dari Daerah yang Fasilitasnya lengkap ke daerah yang masih tertinggal.

Tapi pertanyaannya kenapa harus Papua?

Apakah secara tidak sadar " Pejabat kita" mengakui kalau Papua adalah daerah pembuangan. Sama seperti yang dilakukan oleh Penjajah Kolonial Belanda. Ketika membuang Bung Hatta dan para Pahlawan bangsa lainnya ke Boven Digul. 

Atau jangan-jangan si Ibuk memang merasa bagian dari Penjajah di Negeri ini. 

Berarti si Ibuk bekerja di Rezim Penjajah dong?

(By Azwar Siregar)