Masyarakat sudah tahu Presiden Jokowi payah ❗

Pemerintah tidak usah membuat suasana dramatis jelang keputusan perpanjangan PPKM darurat/tidak. 

Tidak usah pikir bagaimana kemasan komunikasi dan diksinya. 

Masyarakat sudah tahu Presiden Jokowi payah. 

Apapun keputusannya, yang susah masyarakat.

Yang jelas dibela Presiden Jokowi bukan masyarakat umum melainkan Rektor UI Ari Kuncoro dengan membuat perubahan Peraturan Pemerintah tentang Statuta UI sehingga komisaris BUMN boleh merangkap Rektor UI.

Presiden Jokowi melindungi orang yang kekayaannya saat ini Rp52,4 miliar.

Presiden Jokowi menjaga supaya orang sekaya itu tidak jatuh miskin karena pandemi. 

Presiden Jokowi mempermalukan institusi pendidikan. 

Ari Kuncoro adalah seorang Rektor UI, bekas dekan Fakultas Ekonomi, seorang ekonom yang seharusnya tahu kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit; seorang profesor yang seharusnya memimpin gerakan moral kampus untuk berkorban demi kepentingan umum. 

Presiden Jokowi salah total membuatkan payung (PP 75/2021) untuk miliarder berjubah profesor akademis itu untuk memupuk kekayaan.

Presiden Jokowi berada di garda depan membentengi seorang akademisi-miliarder.

Tolong kasih tahu teman, saudara, kerabat atau siapa saja orang-orang yang kesusahan di negara ini akibat pandemi: Presiden Jokowi melindungi orang kaya yang penghasilannya dari bonus/tantiem sebagai komisaris bank BUMN segini:

Tantiem dan bonus Prof. Ari Kuncoro sebagai Komisaris BNI (2017-2019):

Tahun 2017
Rp53.923.000.000/8 komisaris
= Rp6,74 miliar

Tahun 2018
Rp45.143.000.000/9 komisaris
= Rp5,01 miliar

Tahun 2019
Rp72.007.000.000/8 komisaris
= 9,00 miliar

Tantiem dan bonus Prof. Ari Kuncoro sebagai komisaris BRI:

Tahun 2020
Rp103.580.000.000/10 komisaris
= Rp10,35 miliar

TOTAL: Rp31,1 Miliar

Salam Pemimpin Payah

(Agustinus Edy Kristianto)