Kok diperpanjang 5 hari? Seolah "yang penting kasus baru turun, indikator lain, tidak penting"

"Kok diperpanjang 5 hari?"

Maaf, saya tidak tahu alasannya. Kemarin 18 sekarang tambah 5 hari. Entah bagaimana landasan ilmiahnya. Tidak dijelaskan pula apa saja indikator yang digunakan. 

Kalau yang tertangkap dari pidato itu adalah "kasus sudah menurun, PPKM menunjukkan hasil, kalau terus menurun, nanti tanggal 26 kita longgarkan bertahap". 

Jadi seolah "yang penting kasus baru turun, indikator lain, tidak penting". Walaupun angka positivitas masih 30% lebih bahkan untuk PCR masih 40% an, tidak menjadi perhatian. Begitu juga angka kematian yang masih terus meninggi.  

Itu yang tertangkap. Tidak ada penjelasan bahwa penurunan hari-hari ini masih dengan test menurun dan angka positivitas tinggi. Tidak diulas sama sekali. Padahal itu penting untuk mengingatkan tetap hati-hati.  

Kalau hanya dikatakan "tetap hati-hati" tanpa alasannya, maka orang cenderung tidak peduli. Dianggap klise saja. Sebaiknya justru dijelaskan dasar-dasar alur pikirnya, agar lebih mudah diterima dan dilaksanakan. 

Untuk diri sendiri dan teman-teman, saya mengulangi, kita bersyukur secara jumlah kasus turun. Hanya secara persentase hasil tes yang positif, masih tinggi sekali. Maka tetap hati-hati. 

Selebihnya kita tawakkal. Aamin.... 

Mangga. Nuwun. 

(dr. Tonang Dwi Ardyanto)

*sumber: fb