Jawaban Mantap Dokter, Soal Vaksin Berbayar

"Dok, vaksin berbayar itu perlu agar bisa memilih waktu dan pelayanan yang lebih nyaman.."

Kalau begitu masalahnya bukan pada vaksinnya, tetapi pada cara pelaksanaan programnya. Pentahapan vaksinasi itu sudah diukur sesuai skala risiko dimulai dari kelompok risiko tertinggi. Urutan itu tidak hanya di Indonesia. Semua pada dasarnya melakukan basis urutan yang sama. Dengan urutan itu diharapkan tercapai proteksi optimal terhadap masyarakat sebagai suatu kelompok. Bila dilakukan secara random, maka pembentukan kekebalan kelompok tersebut, kurang optimal dalam sudut pandang masyarakat. 

Kecepatan tergantung pada dua hal pokok: pasokan dan pelaksanaanya. Maka bila memang nyatanya barangnya ada, kewajiban pemerintah untuk membelinya, dan menyediakanya untuk masyarakat. 

Kalau soal kecepatan penyuntikan, masalahnya pada pembagian tugas. Seharusnya Nakes itu murni mengurusi skrinning, penyuntikan dan pemantauan paska penyuntikan. Soal pendaftaran, menghadirkan ke lokasi, penyiapan tempat, mengatur tidak terjadi kerumunan, harus ada komponen pemerintah lain yang bertanggung jawab. Maka soal kecepatan, dapat kita harapkan. TERMASUK juga bisa mengatur kenyamanan, seperti alokasi waktu yang lebih memberi pilihan. Itu semua kewajiban pemerintah karena vakasinasi di masa pandemi ini sifatnya kebutuhan publik lebih dari kebutuhan personal. 

Kalau pemerintah sudah bisa menjamin vaksinasi program itu lancar, cepat sesuai jadwal, termasuk pasokan dan pencapaian cakupannya, pelaksanannya nyaman dan aman, maka baru ada peluang untuk memberi kesempatan pihak masyarakat secara mandiri mengadakan dan menyelenggarakan vaksinasi. Caranya: beli sendiri yang TIDAK mengganggu pasokan dan penyelenggaraan vaksinasi program. Target pemerintah tetap sampai batas minimal perhitungan terbentuknya kekebalan kelompok. Vaksinasi mandiri TIDAK mengurangi kewajiban pencapaian tersebut. Jadi vaksinasi mandiri itu sifatnya menambah cakupan, bukan membantu memenuhi cakupan minimal. 

Bila vaksinasi program masih belum lancar, menjadi aneh bila kemudian ada vaksinasi berbayar. 

Itu pendapat saya, mangga silakan berbeda pendapat. Sedangkan secara personal, mangga masing-masing memutuskan. 

Matur nuwun. 

14/7/2021

(dr. Tonang Dwi Ardyanto)