Twit Lama Dubes Arab Saudi Kembali Viral

[PORTAL-ISLAM.ID] Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas secara resmi pada Kamis (3/6/2021) kemarin mengumumkan Indonesia tidak memberangkatkan jamaah haji tahun 2021 ini.

Pembatalan sepihak oleh Kemenag ini menimbulkan kontroversi. Pasalnya pihak Kerajaan Arab Saudi belum mengumumkan tentang pelaksanaan haji tahun ini.

Di tengah kontroversi pembatalan haji Indonesia tahun 2021 ini, publik di sosial media dihebohkan lagi dengan berita lama terkait twit Dubes Arab Saudi untuk Indonesia.

Dalam screenshot berita dari kumparan yang kembali viral, tertulis "Dubes Arab Saudi dalam tulisannya di akun Twitternya menyebut GP Ansor sebagai organisasi sesat."

"Siapa dulu donk Ketumnya???" tulis akun @___Mr_J03n4____ yang memviralkan berita kumparan di Twitter, Jumat (4/6/2021).

Screenshot berita kumparan itu bergambar Ketum GP Ansor Yaqut, yang kini menjadi Menteri Agama.

Dari penelusuran redaksi, berita kumparan itu adalah berita pada 3 Desember 2018.

Dalam berita kumparan itu disebutkan: 

Surat permohonan koresponden diplomatik dilayangkan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Senin (3/12/2018). 

Dalam keterangannya, GP Ansor mendesak Retno untuk meminta klarifikasi serta permohonan maaf terkait cuitan Duta besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Muhammad Al-Suabi, di Twitternya pada Minggu (2/12/2018). 

GP Ansor mendesak Kemenlu RI untuk meminta klarifikasi dari pernyataan Osama. 

"Kami dengan ini memohon kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, agar kiranya dapat menggunakan koresponden diplomatik yang ada, guna meminta klarifikasi dan permohonan maaf dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Arab Saudia sehubungan dengan materi unggahan yang dimaksud," pungkasnya.
Sebelumnya, melalui akun Twitter pribadinya @Os_alshuibi, Osama menyebut bahwa Reuni 212 adalah reaksi dari pembakaran bendera berlafalkan tauhid oleh organisasi yang sesat dan menyimpang (الجماعات المنحرفة). Osama dalam tiwtnya tidak menyebut organisasi mana.

Menurut Ketua PBNU Said Aqil, organisasi yang dimaksud Osama ialah GP Ansor. 

Karenanya, Said merasa keberatan atas pernyataan Osama. Kini, cuitan yang diunggah oleh Osama telah dihapus. Namun Said mendesak Kemenlu untuk memberikan nota kepada pemerintah Kerajaan Arab Saudi agar segera memulangkan Osama. 

Sumber: Kumparan